Serangan drone Israel di Gaza membunuh sedikitnya enam warga Palestina, termasuk seorang anak, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Serangan yang menghantam sebuah kafe di kawasan pelabuhan Kota Gaza itu juga melukai 12 orang lainnya.
Saksi mata mengatakan drone Israel menembakkan sedikitnya dua rudal ke arah kafe.
Petugas medis dan saksi kemudian membawa korban terbunuh serta korban luka parah ke rumah sakit terdekat.
Radio Angkatan Darat Israel, dengan mengutip sumber keamanan anonim, menyebut empat komandan Hamas berkumpul di kafe tersebut. Namun, Hamas belum memberikan pernyataan mengenai klaim Israel.
Baca juga: Menepis Mitos Bulan Sial, Mengalahkan Rasa Takut dengan Tawakal
Yahudisasi Situs Bersejarah: Cara Israel Menghapus Jejak Eksistensi Palestina
Serangan drone Israel di Gaza menjadi pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata yang secara resmi mulai berlaku pada Oktober 2025.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, berbagai pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata telah membunuh sedikitnya 1.266 warga Palestina. Selain itu, sekitar 4.200 warga Palestina mengalami luka.
Sementara itu, sejak agresi genosida Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina telah terbunuh. Lebih dari 174.000 lainnya mengalami luka.
Sumber: TRT World








