Sebuah instalasi seni memorial yang menyiratkan duka dan perlawanan telah koalisi lintas agama kota New York pamerkan. Instalasi bertajuk Gaza Children’s Shroud, kain kafan memorial sepanjang 100 meter yang bertuliskan nama lebih dari 20.000 anak Palestina yang terbunuh di Gaza ini terbentang di UN Church Centre, New York, bertepatan dengan pembukaan sidang tingkat tinggi Majelis Umum PBB.
Memorial tersebut merupakan gagasan Doctors Against Genocide, Priests Against Genocide USA, Justice for All, serta sejumlah kelompok masyarakat sipil. Mereka menekankan pesan moral yang mendalam, yakni “bukan sekadar angka, melainkan nama”. Dengan demikian, instalasi seni ini bertujuan mengembalikan identitas setiap anak yang terbunuh akibat perang di Gaza.
Baca juga: Norman Finkelstein Sebut Israel sebagai “Negara Pembunuh Anak”
Upacara memorial berlangsung dengan pembacaan Al-Qur’an dan ibadah lintas agama. Penyelenggara juga menyerukan penghentian segera genosida Israel serta pertanggungjawaban hukum atas dugaan kejahatan perang.
Proyek ini terinspirasi dari memorial serupa di Roma yang telah Pastors Against Genocide buat. Inisiatif tersebut terinspirasi praktik orang tua di Gaza yang menuliskan nama anak pada kulit mereka untuk membantu identifikasi anak jika rumah mereka terkena bombardir.
Setelah pameran berlangsung di alun-alun Kota Philadelphia pada 1 September, instalasi tersebut akan dibawa ke Washington pada Oktober. Selanjutnya, memorial akan berpindah ke kota berbeda setiap bulan selama satu tahun.
Menurut penilaian PBB, lebih dari 20.000 anak terbunuh dan sekitar 44.000 lainnya terluka di Gaza sejak Oktober 2023.
Sumber: TRT World








