Operasi kemanusiaan untuk mencari dan mengevakuasi korban tewas dari bawah puing-puing bangunan terus berlanjut di Jalur Gaza. Tim Pertahanan Sipil Gaza baru saja menemukan jenazah serta sisa-sisa jasad dari 12 warga Palestina yang terkubur di bawah reruntuhan rumah akibat hantaman bombardir Israel di Kota Gaza. Operasi pencarian berlangsung di kawasan Al-Taj Square, lingkungan Yarmouk, selama 12 hari berturut-turut. Tim bekerja sama dengan komite Mesir dalam proses pencarian dan evakuasi.
Operasi tersebut merupakan tahap kedua program “Recovery of Martyrs’ Bodies” yang Pertahanan Sipil luncurkan pada 19 Juli 2025. Tahap kedua mencakup pencarian di Kota Gaza, Gaza utara, dan Gaza tengah. Pencarian berlangsung selama sekitar 800 jam kerja.
Baca juga: Gedung Enam Lantai Runtuh di Kota Gaza: 20 Orang Gugur, 100 Masih Terjebak di Bawah Puing
PBB Desak Akses Penyelidik Internasional ke Gaza Usai Ratusan Jenazah Ditemukan di Bawah Puing
Berdasarkan data perencanaan program, operasi ini membidik sasaran di 147 rumah yang hancur dan masih menyimpan jenazah sekitar 1.072 orang di bawah puing bangunan. Kendati demikian, proses evakuasi berjalan sangat lambat akibat keterbatasan parah pada ketersediaan alat berat dan mesin khusus pembersih puing, padahal klausul izin masuknya peralatan tersebut telah tercakup dalam kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Pada tahap pertama program pencarian jenazah, Pertahanan Sipil Gaza berhasil menemukan sekitar 333 jenazah. Namun, 559 orang masih berada di bawah reruntuhan 54 rumah dan bangunan.
Secara kumulatif, Kantor Media Gaza pada Oktober 2025 lalu memperkirakan ada sekitar 9.500 warga Palestina yang hilang sejak awal agresi. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa total korban yang terbunuh akibat agresi militer sejak Oktober 2023 telah melampaui angka 73.000 jiwa, dan korban luka-luka tercatat lebih dari 174.000 orang.
Sumber: TRT World








