JAKARTA-Genosida dan blokade telah meredupkan sukacita penduduk Gaza dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri. Bulan suci yang dulunya semarak oleh hiasan lentera di jalanan dan masjid-masjid yang ramai, kini tertutupi oleh ketakutan, penderitaan, dan kelaparan. Meski tahun ini penduduk Gaza menjalani ibadah puasa di tengah krisis, namun Sahabat Adara juga ingin mereka merasakan kebahagiaan. Karena itu, pada 13 Maret 2026, Sahabat Adara mengirimkan makanan berbuka puasa yang menjangkau 3.246 orang di Zaitun, Kota Gaza.

Bulan Ramadan yang ada dalam ingat penduduk Gaza merupakan bulan suci yang penuh dengan kebahagiaan, keberkahan, dan kebersamaan. Orang-orang akan membuat hiasan berbentuk lentera yang digantung di jalan-jalan, menghiasi seluruh penjuru kota dengan lampu berwarna-warni. Pasar juga akan ramai, pedagang berlomba-lomba mempromosikan kurma kualitas terbaik serta kudapan-kudapan khas Ramadan. Namun, kini semua itu hanya tinggal kenangan.
Tahun ini, penduduk Gaza kembali menyambut bulan Ramadan di tengah genosida dan kehancuran yang meluas. Hiasan-hiasan di jalanan berganti dengan puing-puing, toko-toko juga telah kosong karena penduduk tak mampu membeli apapun. Pakar ekonomi Maher al-Tabba menyebutkan bahwa pengangguran telah mencapai sekitar 80 persen di Gaza, mematikan aktivitas jual beli yang biasanya memuncak di bulan Ramadan.

Meski Ramadan tahun ini tak lagi bisa sama seperti sebelum genosida, namun Sahabat Adara tetap ingin penduduk Gaza merasakan kebahagiaan yang sama. Oleh sebab itu, pada 13 Maret 2026, Sahabat Adara mengirimkan makanan berbuka puasa ke Jalur Gaza. Hidangan penuh cinta tersebut dimasak langsung di Gaza dan dibagikan ke 3.246 orang yang tinggal di wilayah Zaitun, Kota Gaza.




Kemarin, mungkin ribuan penduduk Gaza masih diliputi kecemasan karena tidak menemukan makanan untuk berbuka puasa. Akan tetapi, hari ini, senyum mereka bisa kembali merekah karena menerima makanan berbuka puasa dari Sahabat Adara. Terima kasih Sahabat Adara, kebaikanmu untuk berbagi, telah menjadi berkah tak ternilai bagi saudara-saudara kita di Jalur Gaza.







