JAKARTA-Pada umumnya, umat Islam berpuasa sejak terbit fajar dan berbuka saat maghrib ketika bulan Ramadan. Akan tetapi, penduduk Gaza seringkali berpuasa tanpa berbuka karena tidak ada makanan sama sekali. Oleh karena itu, di bulan suci ini, Sahabat Adara bersama Adara Relief International menyalurkan bantuan makanan ke Gaza. Bantuan yang disalurkan berupa makanan berbuka puasa untuk 2.250 tenaga medis dan pasien di RS Asy Syifa.

Di Jalur Gaza, tak jarang penduduknya terpaksa berpuasa tanpa sahur dan berbuka. Mereka tidak memiliki pilihan, sebab penutupan perbatasan telah mencegah masuknya bantuan kemanusiaan. Bulan suci yang seharusnya penuh dengan kebahagiaan, kini menjadi penuh penderitaan akibat genosida.

Bagi tenaga kesehatan, berpuasa sambil bekerja menjadi tantangan tersendiri di bulan Ramadan. Dengan kondisi perut kosong berhari-hari, mereka harus membantu para korban yang terus-menerus dibawa ke rumah sakit. Meski begitu, mereka tetap mengerjakan tugas kemanusiaan mereka dengan sebaik-baiknya.
Untuk menghormati jasa para tenaga medis Gaza, pada 18 Februari 2026, Sahabat Adara bersama Adara Relief International menyalurkan bantuan makanan untuk mereka. Bantuan yang disalurkan berupa makanan berbuka puasa yang dibagikan selama tiga hari berturut-turut. Bantuan makanan buka puasa ini telah memberi manfaat bagi 2.250 tenaga medis dan pasien di RS Asy Syifa di Gaza. Bantuan disalurkan selama dua hari berturut-turut.


Terima kasih Sahabat Adara, bantuan makanan darimu telah menjadi nikmat tak terkira bagi mereka di bulan suci ini. Rasa lapar dan haus perlahan hilang saat berbuka, namun semoga keberkahannya akan abadi sepanjang masa.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)