JAKARTA-Krisis kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza telah mengancam masa depan anak-anak. Harga bahan pokok yang melonjak tinggi akibat genosida dan blokade telah membuat anak-anak menderita malnutrisi dan rentan terhadap penyakit. Untuk mencegah kondisi menjadi semakin parah, Sahabat Adara mengirimkan bantuan bahan pokok ke Jalur Gaza. Bantuan bahan pokok tersebut disalurkan pada bulan Ramadan dan telah memberi manfaat bagi 200 anak yatim di Zaitun dan Ash Shabrah, Jalur Gaza.

Menurut laporan yang dikutip oleh Al-Jazeera, ribuan anak di Gaza kini menghadapi risiko anemia dan penyakit kulit serius. Tenaga medis mencatat angka anemia meningkat drastis, dari sekitar 10 persen sebelum genosida menjadi hampir 70 persen saat ini. Lonjakan ini terjadi akibat kekurangan pangan, minimnya asupan vitamin, serta terbatasnya akses terhadap air bersih dan perlengkapan higienitas dasar.
Risiko yang mengancam anak-anak tersebut juga disebabkan oleh malnutrisi akut dan ketidakmampuan keluarga memenuhi kebutuhan gizi dasar anak-anak. Bagaimana tidak, blokade ketat yang Israel berlakukan telah membuat harga kebutuhan pokok melambung tinggi. Akibatnya, banyak keluarga tidak mampu membeli bahan pokok dan hanya memberikan makanan seadanya untuk anak-anak mereka.

Karena tidak ingin persentase anak-anak yang terancam penyakit semakin meningkat, Sahabat Adara segera mengirimkan bantuan bahan pokok yang sangat anak-anak Gaza butuhkan. Pada bulan Ramadan, bantuan bahan pokok tersebut telah sampai ke Jalur Gaza. Bantuan bahan pokok tersebut telah memberi manfaat bagi 200 anak yatim di Zaitun dan Ash Shabrah, Jalur Gaza.


Tanpa perlindungan dari orang tua, anak-anak yatim Gaza sangat membutuhkan uluran tangan dari kita untuk bisa bertahan. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan bahan pokok darimu telah menjadi tangan yang melindungi anak-anak yatim Gaza dari risiko-risiko yang mengancam masa depan mereka.







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)