Otoritas Israel melarang aktivis asal Al-Quds, Khadija Khuwais, memasuki Masjid Al-Aqsa selama enam bulan. Larangan itu terbit pada Rabu, 30 September 2026, setelah Khuwais dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
Khadija Khuwais sebelumnya telah menghadapi sejumlah pembatasan serupa. Pada Maret 2026, otoritas Israel menerbitkan dua perintah terhadapnya. Satu melarangnya bepergian, sementara lainnya melarangnya memasuki Masjid Al-Aqsa selama enam bulan. Ia juga pernah menerima larangan memasuki Tepi Barat dan berkomunikasi dengan sejumlah orang.
Baca juga: Sukkot di Al-Quds: Warga Palestina Terganggu, 1.731 Pemukim Masuki Al-Aqsa
43 Jenazah Warga Palestina Ditemukan di Reruntuhan Nuseirat Setelah Hampir 3 Tahun
Otoritas Israel menyebut pemanggilan Khuwais berkaitan dengan tuduhan bahwa ia mendorong perempuan untuk datang dan berjaga di Masjid Al-Aqsa. Pembatasan ini berlangsung di tengah meningkatnya perintah larangan terhadap warga Palestina di Al-Quds.
Menurut Pemerintah Kota Al-Quds, hampir 800 perintah larangan telah terbit sejak awal 2026. Eskalasi pembatasan terlihat dari diterbitkannya 15 perintah pelarangan hanya dalam enam hari pertama September, angka yang mendekati total keseluruhan perintah selama Juli dan Agustus (23 perintah).
Warga Palestina mengecam keras pembatasan ini. Mereka juga menyoroti peningkatan serbuan pemukim Israel ke Masjid Al-Aqsa selama musim perayaan hari raya Yahudi.
Sumber: palinfo







