Setelah penantian selama tiga tahun, jenazah warga Palestina yang tertimbun reruntuhan di Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, akhirnya ditemukan. Keluarga membawa mereka ke pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir (29/9).
Tim Pertahanan Sipil Gaza melaporkan penemuan 43 jenazah warga Palestina, termasuk anak-anak, dari reruntuhan rumah yang hancur selama agresi. Penemuan tersebut memberi keluarga kesempatan untuk melihat dan memakamkan orang-orang tercinta yang selama ini keberadaannya masih dalam pencarian.
Sejumlah keluarga berkumpul di depan Rumah Sakit Al-Awda, Nuseirat, untuk mengucapkan perpisahan. Sehari sebelumnya, untuk pertama kalinya sejak agresi genosida, para keluarga dapat melihat kembali jenazah kerabat mereka yang berhasil tim pertahanan sipil angkat dari tumpukan puing.
Baca juga: Euro-Med: Gaza Jadi Ghetto Terbesar dalam Sejarah Modern
Banyak keluarga yang langsung menyiapkan kain kafan bagi anak-anak dan kerabat mereka setelah jenazah ditemukan di antara reruntuhan bangunan Engineers Tower, yang terletak di sebelah timur Kamp Pengungsi Nuseirat. Bagi para keluarga, prosesi pemakaman ini bukan sekadar mengakhiri pencarian, melainkan sebuah bentuk pemulihan hak dasar untuk mengantarkan orang tercinta ke tempat peristirahatan terakhir dengan layak.
Kendati demikian, pencarian korban masih menghadapi kendala besar. Pertahanan Sipil Gaza kekurangan alat berat dan mesin yang mereka butuhkan untuk memindahkan puing agar dapat mencapai lokasi korban.
Hingga kini, masih terdapat jenazah warga Palestina yang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur. Tanpa peralatan dan akses yang memadai, proses pencarian mereka terus menghadapi hambatan.
Sumber: Palinfo







