Krisis tempat tinggal Gaza semakin berat menjelang musim dingin. Keluarga pengungsi menghadapi biaya perbaikan tenda dan kebutuhan tempat tinggal yang meningkat, sementara pendapatan dan daya beli terus menurun.
Ahli ekonomi Ahmad Abu Qamar mengatakan perlindungan dari hujan dan udara dingin kini menjadi beban finansial baru.
Harga terpal naik dari sekitar 42 dolar AS menjadi 55 dolar AS. Jenis terpal berukuran besar mencapai 75 dolar AS sementara harga tenda meningkat dari 423 dolar AS menjadi 553 dolar AS.
Baca juga: Krisis Tempat Tinggal Gaza Memburuk Jelang Musim Dingin: 162.000 Tenda Rusak, 1,5 Juta Warga Terancam
Karena tidak mampu membeli tenda baru, banyak keluarga memperbaiki tenda lama. Namun, Biaya material perbaikan juga meningkat. Harga kayu mencapai sekitar 10 shekel per meter. Paku sekitar satu shekel per buah, sedangkan besi konstruksi sekitar 5 shekel per meter. Kawat pengikat naik dari satu menjadi empat shekel per meter.
Menurut data PBB yang dikutip dalam laporan, sekitar 1,98 juta orang atau 94 persen penduduk Gaza membutuhkan bantuan tempat tinggal dan barang kebutuhan dasar. Sekitar 58 persen menghadapi kebutuhan tempat tinggal pada tingkat kritis atau katastrofik.
Abu Qamar memperingatkan bahwa musim dingin akan menambah tekanan ekonomi bagi keluarga pengungsi. Terlebih lagi, sumber daya mereka terus terkuras setelah bertahun-tahun menghadapi pengungsian paksa di tengah harga kebutuhan yang semakin meningkat.
Sumber: Palinfo







