Sekitar 8.000 jenazah warga Palestina kemungkinan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan di Gaza, sementara proses pembersihan puing berjalan sangat lambat, bahkan belum mencapai 1% sejak gencatan senjata.
Laporan media Israel, mengutip pejabat Program Pembangunan PBB, menyebut proses evakuasi puing bisa memakan waktu hingga tujuh tahun. Banyak jenazah telah membusuk di bawah reruntuhan, sementara keluarga korban masih menunggu untuk bisa memakamkan mereka dengan layak.
Baca juga : “Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina“
“Habis Gelap, Terbitlah Terang: Menelusuri Kembali Pemikiran Kartini dalam Menentang Penjajahan Terhadap Perempuan“
Data dari pertahanan sipil Palestina menunjukkan lambatnya proses ini disebabkan keterbatasan alat, sumber daya, dan akses di lapangan.
Situasi ini terjadi di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung, dengan korban jiwa dan luka yang masih bertambah. Perang yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah membunuh lebih dari 72.000 orang, melukai sekitar 172.000, serta menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil di Gaza.
Sementara itu, laporan internasional memperkirakan kebutuhan dana rekonstruksi Gaza mencapai $71,4 miliar dalam satu dekade ke depan, menegaskan besarnya skala kehancuran dan tantangan pemulihan wilayah tersebut.
Baca juga : “Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4): Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah“
“Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5): Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina“
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)