Kelompok anti-permukiman Israel, Peace Now, mengungkapkan bahwa pemerintah Israel mengalokasikan 152 juta shekel (USD 51 juta) untuk menyiapkan rencana pembangunan 69 permukiman dan pos terdepan ilegal di Tepi Barat yang diduduki.
Alokasi itu mereka putuskan setelah pemungutan suara melalui telepon oleh para menteri Israel pekan lalu. Anggaran akan Kementerian Perumahan gunakan untuk menyelesaikan prosedur perencanaan awal bagi permukiman yang pemerintah legalkan antara 2023 hingga 2025.
Tidak hanya itu, pemerintah Israel juga tengah menyiapkan rancangan resolusi untuk mengalokasikan lebih dari 1 miliar shekel ($337 juta) guna membangun permukiman-permukiman baru di wilayah tersebut.
Baca juga : “IOF Menyerang Jenin untuk Hari ke-506 dan Mulai Membangun Pos Militer Baru”
Laporan terpisah dari Axios menyebutkan bahwa Kabinet Israel kemungkinan akan menyetujui rencana pendanaan senilai lebih dari USD 350 juta untuk mendirikan 61 permukiman baru. Ini merupakan salah satu ekspansi permukiman terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
Dana itu akan mereka gunakan untuk membangun hunian sementara, gedung publik, dan infrastruktur bahkan sebelum perencanaan formal selesai.
Sebagian besar permukiman ilegal tersebut rencananya akan Israel bangun di kawasan-kawasan yang strategis. Beberapa kawasan tersebut seperti Lembah Yordan di sepanjang Jalan Raya 90, juga Bukit Hebron Selatan. Selain itu, Israel juga menargetkan lokasi-lokasi yang mereka rancang untuk menciptakan kesinambungan wilayah antarpermukiman yang sudah ada.
Peace Now memperingatkan bahwa langkah ini semakin mengikis kemungkinan terbentuknya negara Palestina di masa depan. Hingga berita ini rilis, pemerintah Israel belum memberikan komentar resmi.
Sumber: MEMO








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)