Sebanyak 1,4 juta penduduk di Jalur Gaza diproyeksikan menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi hingga Desember mendatang. Angka ini mengalami peningkatan dari 1,2 juta orang pada periode pertengahan April hingga Juni. Ini terjadi meskipun sebelumnya sempat ada perbaikan berkat masuknya pasokan bantuan kemanusiaan.
Berdasarkan analisis terbaru dari Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) yang dirilis pada Kamis (23/07), proporsi penduduk yang mengalami krisis pangan pada Fase 3 atau kondisi yang lebih buruk kini melonjak hingga mencakup 67 persen dari total populasi Gaza. Dari jumlah tersebut, sebanyak 212.000 orang tetap terjebak dalam kategori darurat (Fase 4). Lima kegubernuran di wilayah tersebut masuk dalam klasifikasi kawasan krisis.
Laporan IPC mencatat bahwa perluasan distribusi bantuan menyusul gencatan senjata Oktober lalu sempat mendongkrak ketahanan pangan dan gizi masyarakat, dengan menjangkau sekitar 1,49 juta jiwa pada bulan Mei. Kendati demikian, bantuan yang ada masih jauh dari kata cukup.
Baca juga: “Serangan Israel Bakar Seluruh Keluarga Palestina Hidup-Hidup”
Kelumpuhan sektor mata pencaharian membuat 83 persen rumah tangga di Gaza melaporkan tidak memiliki sumber pendapatan sama sekali. Akibatnya, mayoritas keluarga harus hidup sepenuhnya bergantung pada uluran bantuan eksternal.
IPC memperingatkan bahwa kemajuan baru-baru ini masih “sangat rapuh”. Pasalnya, volume bantuan kemanusiaan justru mengalami penurunan drastis sejak Februari akibat kendala pendanaan serta ketidakpastian operasional lembaga-lembaga bantuan internasional. Tanpa adanya pasokan pangan kemanusiaan yang konsisten, lembaga tersebut memperingatkan bahwa 1,9 juta jiwa—atau sekitar 90 persen dari total populasi Gaza—akan terjerumus ke dalam tingkat kerawanan pangan akut yang parah hingga akhir tahun.
Laporan tersebut juga memproyeksikan bahwa 74.200 anak di bawah usia 5 tahun akan membutuhkan perawatan untuk kekurangan gizi akut pada April 2027, termasuk 11.432 kasus berat. Saat ini hanya satu dari lima anak di Gaza yang memiliki akses terhadap makanan yang cukup karena terbatasnya ketersediaan makanan bergizi. Sementara itu, hampir setengah dari rumah tangga menerima kurang dari 15 liter air per orang per hari untuk semua keperluan. Sebanyak 24.600 perempuan hamil dan menyusui juga membutuhkan dukungan nutrisi yang mendesak.
IPC menyerukan akses kemanusiaan yang berkelanjutan, perluasan program nutrisi, dan penghentian serangan secara permanen untuk mencegah kemunduran dari perbaikan yang tercapai baru-baru ini.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)