JAKARTA-12 September 2026 Sahabat Adara kembali menyalurkan bantuan makanan saji santap untuk 1.310 warga Gaza yang berada di kamp pengungsian di wilayah Khan Younis. Seporsi makanan siap saji ini terdiri dari nasi dan daging ayam yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi para pengungsi.
Bagi keluarga pengungsi di Gaza, mendapatkan dan menyiapkan makanan sehari-hari masih menjadi tantangan yang berat. Banyak dari mereka tinggal di tenda-tenda pengungsian atau bangunan yang rusak, dengan penghasilan terbatas serta akses yang tidak menentu terhadap bahan pangan dan perlengkapan memasak. Hampir satu tahun setelah kesepakatan gencatan senjata pada Oktober 2025, PBB masih melaporkan adanya serangan, kerusakan yang meluas, serta pembatasan akses terhadap pasokan kebutuhan pokok. Hingga 22 September 2026, otoritas kesehatan Gaza melaporkan sebanyak 73.919 orang meninggal dunia dan 174.977 orang mengalami luka-luka sejak Oktober 2023.
Kebutuhan akan bantuan pangan masih sangat besar. Analisis terbaru dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC) memproyeksikan bahwa lebih dari 1,4 juta orang atau 67% dari total populasi Gaza akan menghadapi kerawanan pangan tingkat krisis atau lebih buruk selama periode Juli hingga Desember 2026. Analisis tersebut juga memperkirakan bahwa sebanyak 74.200 anak berusia 6–59 bulan akan membutuhkan penanganan akibat malnutrisi akut hingga April 2027, termasuk lebih dari 11.400 anak dengan kondisi malnutrisi akut berat. Selain itu, diperkirakan sebanyak 24.600 ibu hamil dan menyusui juga akan mengalami malnutrisi akut dalam periode tersebut. Angka-angka ini merupakan hasil proyeksi, bukan jumlah orang yang telah terdiagnosis saat ini.
Bukti terbaru juga menunjukkan pentingnya akses berkelanjutan terhadap makanan yang beragam dan bergizi. Sebuah survei yang dipimpin UNICEF di wilayah-wilayah yang dapat dijangkau menemukan bahwa hanya 22,4% anak berusia 6–23 bulan yang memperoleh asupan makanan minimum yang memenuhi standar kebutuhan gizi. Meskipun angka malnutrisi akut di wilayah yang disurvei mengalami penurunan setelah bantuan diperluas, UNICEF memperingatkan bahwa pencapaian tersebut sangat bergantung pada keberlanjutan akses terhadap pangan, layanan kesehatan, dan air bersih yang aman.

Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, Sahabat Adara kembali menyalurkan makanan siap saji kepada 1.310 orang yang terdampak pengungsian dan kerawanan pangan. Bantuan makanan siap saji ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara langsung sekaligus meringankan beban para penyintas yang harus menyiapkan makanan sendiri di tengah kondisi kehidupan yang sulit.

Bantuan ini merupakan kontribusi jangka pendek untuk menjawab kebutuhan yang masih terus berlangsung. Krisis gizi yang lebih luas di Gaza membutuhkan upaya berkelanjutan, terutama dalam memastikan tersedianya akses terhadap makanan yang cukup, beragam, bergizi, serta layanan kebutuhan dasar lainnya.


Terima kasih Sahabat Adara atas kontribusinya yang tidak pernah putus dalam meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina. Semoga setiap suapan yang mereka makan menjadi penguat mereka untuk bertahan dan menjadi tabungan pahala bagi kita semua.







