Pasukan Israel menangkap 30 warga Palestina, termasuk dua perempuan dan seorang jurnalis, dalam serangkaian penggerebekan di sejumlah kota, desa, dan kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (4/11).
Menurut Kantor Media Tawanan Palestina, sebanyak 14 orang pasukan Israel tangkap dalam operasi militer di wilayah Jenin, Tepi Barat bagian utara. Pasukan Israel juga kembali menangkap mantan tawanan, Shaima Abu Ghali, dalam penggerebekan di kawasan timur Kota Jenin.
Di wilayah Nablus, lima warga Palestina pasukan Israel tangkap dari Kamp Pengungsi al-Ain. Seorang perempuan juga mereka tangkap dalam penggerebekan di Kota Tua Nablus, sementara seorang mantan tawanan lainnya pasukan tangkap dari rumahnya di Yatma, sebelah selatan Nablus.
Di Tulkarem, pasukan Israel kembali menangkap jurnalis Hazem Nasser setelah menggerebek rumahnya. Nasser sebelumnya Israel bebaskan pada 20 Oktober setelah lebih dari dua tahun Israel menahannya tanpa dakwaan melalui penahanan administratif.
Dalam operasi di wilayah yang sama, seorang dosen dan putranya pasukan tangkap dari kediaman mereka di kompleks perumahan Iktaba. Dua mantan tawanan lainnya juga mereka tangkap di kawasan tersebut.
Sementara itu, di Qalqilya, tiga pemuda pasukan Israel tangkap dalam penggerebekan di Kota Azzun, sebelah timur wilayah tersebut.
Kantor Media Tawanan Palestina menyebut peningkatan penggerebekan dan penangkapan ini sebagai bagian dari pola persekusi kolektif terhadap warga Palestina. Operasi tersebut juga menyasar jurnalis, tokoh masyarakat, dan perempuan.
Sejak Israel melancarkan agresi genosida di Gaza pada Oktober 2023, operasi militer dan penangkapan di Tepi Barat, termasuk Al-Quds bagian timur, semakin meningkat. Kekerasan oleh pemukim Israel juga terus berlangsung.
Menurut data Palestina, serangan pasukan Israel dan pemukim telah membunuh lebih dari 1.220 warga Palestina dan melukai sekitar 13.350 lainnya di Tepi Barat. Lebih dari 26.000 warga juga telah Israel tangkap sejak Oktober 2023.
Sumber: MEMO








