JAKARTA-Ramadan tahun ini, penduduk Palestina kembali menjalani Ramadan di tengah kekerasan yang meningkat. Ramadan yang seharusnya menjadi bulan yang membahagiakan, menjadi penuh dengan ketegangan. Namun, penduduk Palestina tetap merasakan kebahagiaan menjelang Ramadan tahun ini. Sebab, pada 1 Maret 2026, bantuan bahan pokok Ramadan telah tiba dan memberi manfaat bagi 150 keluarga di Al-Quds (Yerusalem).

Sejak awal tahun ini, Israel semakin gencar melakukan pelanggaran di Palestina, termasuk di Al-Quds (Yerusalem). Sepanjang Januari saja, Kegubernuran Al-Quds telah mendokumentasikan 53 serangan pemukim selama Januari 2026, termasuk 4 serangan fisik. Mereka juga mencatat 31 kasus cedera akibat peluru tajam, peluru berlapis karet, penyerangan fisik, dan luka bakar akibat tabung gas air mata.
Selama Januari 2026, Kegubernuran Al-Quds juga telah mencatat 31 kasus cedera akibat peluru tajam, peluru berlapis karet, penyerangan fisik, dan luka bakar akibat tabung gas air mata. Sebagian besar korban luka adalah pekerja Palestina, khususnya di Kota Al-Ram dan sekitar tembok pemisah apartheid.

Meski Ramadan tahun ini hadir di tengah pelanggaran yang terus meningkat, namun penduduk Al-Quds (Yerusalem) tetap bisa menemukan alasan untuk bahagia. Salah satu sumber kebahagiaan penduduk Palestina adalah bantuan bahan pokok Ramadan dari Sahabat Adara, Pada 1 Maret 2026, bantuan bahan pokok Adara telah tiba di Al-Quds (Yerusalem). Bantuan bahan pokok ini telah memberi manfaat bagi 150 keluarga di Al-Quds (Yerusalem).



Di tengah pelanggaran dan kekerasan yang meningkat di Al-Quds (Yerusalem) dan Masjid Al-Aqsa, kini penduduk Palestina bisa tersenyum kembali. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan darimu seolah menjadi air segar di tengah gersangnya situasi. Semoga kebaikanmu akan menjadi berkah yang terus mengalir.








