Israel membebaskan sebagian besar aktivis yang mereka tahan setelah mencegat misi bantuan Global Sumud Flotilla, namun masih menahan dua orang untuk mereka periksa, yakni Thiago de Avila dan Saif Abu Keshek.
Keduanya kemudian Israel perintahkan untuk tetap ditahan selama dua hari oleh pengadilan Israel, meski jaksa sempat meminta perpanjangan empat hari dengan dalih keamanan. Hingga kini, belum ada dakwaan resmi yang mereka ajukan, dan proses hukum menurut pengacara mereka adalah “cacat dan tidak sah.”
Menurut kelompok advokasi Adalah, kedua aktivis saat ini Israel tahan di Penjara Shikma di Asqalan (Ashkelon) dalam sel isolasi. Mereka melakukan mogok makan sebagai bentuk protes atas penahanan dan perlakuan yang mereka anggap tidak manusiawi.
Baca juga : “Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal“
“Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina”
Sebelumnya, Israel mencegat flotilla tersebut di perairan internasional dan menyita lebih dari 20 kapal yang membawa bantuan menuju Gaza. Sekitar 175 aktivis sempat Israel tahan, sebagian telah mereka pulangkan ke negara masing-masing.
Misi ini bertujuan menembus blokade Gaza yang telah berlangsung sejak 2007, di tengah krisis kemanusiaan yang semakin parah akibat perang sejak Oktober 2023 yang membunuh lebih dari 72.000 warga Palestina dan menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut.
Baca juga : “Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5): Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina“
Sumber: MEMO







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)