Amerika Serikat dan Israel menolak proposal bersama faksi Palestina, termasuk Hamas, yang mengaitkan pelucutan senjata dengan pembentukan negara Palestina serta jaminan keamanan. Penolakan ini terjadi setelah putaran negosiasi terbaru di Kairo dan Istanbul.
Sumber Palestina menyebut proposal tersebut menegaskan bahwa pelucutan senjata tidak bisa terjadi tanpa solusi politik yang menjamin hak nasional rakyat Palestina. Solusi politik tersebut juga termasuk penghentian serangan terhadap warga Gaza. Namun, AS dan Israel bersikeras bahwa pelucutan senjata harus menjadi syarat awal sebelum pembentukan pemerintahan teknokratik di Gaza.
Baca juga : “Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga“
Perbedaan ini menjadi titik utama kebuntuan. Para mediator dari Mesir dan Turki telah menerima proposal tersebut. Akan tetapi, pihak AS menyampaikan penolakan beserta pesan ancaman kepada tim negosiasi Palestina.
Dalam dokumen itu, faksi Palestina juga menuntut Israel memenuhi seluruh kewajibannya dalam perjanjian sebelumnya. Kewajiban tersebut termasuk penghentian pelanggaran gencatan senjata, penarikan penuh pasukan dari Gaza, serta membuka akses bantuan kemanusiaan sesuai kesepakatan.
Selain itu, proposal mencakup rekonstruksi Gaza, pembentukan pemerintahan nasional, kehadiran pasukan internasional, serta pembahasan isu senjata dalam kerangka hak politik dan keamanan bersama.
Di sisi lain, Israel tengah mempertimbangkan melanjutkan kembali agresinya. Proposal sebelumnya bahkan mengharuskan kelompok bersenjata di Gaza menyerahkan senjata dalam waktu 90 hari, termasuk persenjataan berat dan informasi jaringan terowongan.
Faksi Palestina menegaskan bahwa pelucutan senjata harus berjalan seiring dengan realisasi negara Palestina dan hak menentukan nasib sendiri. Mereka juga menilai pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah merusak kepercayaan dalam proses negosiasi.
Hingga kini, lebih dari 72.000 warga Palestina telah terbunuh, sementara situasi di lapangan terus berubah dengan meluasnya kehadiran militer Israel di Gaza, melampaui batas wilayah yang disepakati sebelumnya.
Sumber: MEE








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)