Rumah sakit di Gaza kembali menjadi sasaran serangan Israel meski gencatan senjata masih berlaku. Selain itu, RS di Gaza menghadapi krisis ambulans dan tenaga medis yang menghambat petugas dalam memberikan layanan penyelamatan.
Serangan pesawat nirawak Israel menghantam Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahia, Gaza utara, pada Jumat. Ledakan itu melukai sedikitnya dua petugas rumah sakit dan beberapa pekerja lainnya, meski mereka berada di zona hijau. Kementerian Kesehatan Gaza menilai serangan tersebut sebagai bagian dari pola penargetan fasilitas kesehatan.
Baca juga: “The Great Palestinian Revolt (1936 – 1939): Upaya Inggris dan Zionis untuk Mencegah Kemerdekaan Palestina”
“71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?”
Sementara itu, pemerintah Gaza melaporkan Israel telah menghancurkan 34 dari 38 rumah sakit sejak Oktober 2023. Kini, hanya empat rumah sakit yang masih beroperasi dengan kapasitas terbatas. Namun, seluruhnya mengalami kerusakan serta kekurangan obat dan peralatan medis.
Di sisi lain, sektor ambulans juga menghadapi krisis serius. Kementerian menyebut sekitar 70 persen ambulans dan kendaraan medis tidak lagi beroperasi akibat blokade, kerusakan, dan serangan berulang. Gaza membutuhkan pasokan bahan bakar, suku cadang, pelumas, serta 60 ambulans baru berbahan bakar diesel. Kementerian juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi kemanusiaan segera melindungi fasilitas kesehatan agar layanan darurat tetap berjalan.
Sumber: Al Jazeera, Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)