Gelombang kekerasan yang dimotori pemukim Israel di Masafer Yatta kembali memicu kekerasan terhadap warga Palestina di wilayah selatan Hebron. Serangan pemukim Israel di Masafer Yatta menyebabkan rumah-rumah terbakar, warga sipil terluka, serta memperburuk situasi keamanan di tengah meningkatnya operasi militer Israel di Tepi Barat.
Pemukim bersenjata membakar sejumlah rumah warga Palestina di komunitas Khirbet al-Tuba. Akibat aksi pembakaran tersebut, sedikitnya enam warga Palestina, termasuk tiga di antaranya perempuan, mengalami luka-luka lebam dan harus mendapat perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Selain itu, sejumlah perempuan dan anak-anak turut mengalami sesak napas akut setelah menghirup kepulan asap tebal dari rumah-rumah yang terbakar.
Di sisi lain, militer Israel memperluas penggerebekan ke sejumlah wilayah lain, seperti Beit Fajjar, Kafr Malik, dan Deir Jarir. Di Kota Al-Bireh, pasukan Israel mengusir penghuni dari tiga rumah sebelum mengubah bangunan tersebut menjadi pos militer. Mereka juga menutup jalan utama serta membatasi pergerakan warga Palestina.
Sementara itu, pemukim Israel kembali memasuki kawasan Shaab al-Louz di dekat Desa Al-Mughayyir bersama ternak mereka. Aksi tersebut menambah rangkaian pelanggaran terhadap lahan dan properti milik warga Palestina.
Operasi militer juga terus berlangsung di Kafr Aqab dan Kamp Pengungsi Qalandia. Pasukan Israel menggerebek puluhan rumah dan menangkap sekitar 15 warga Palestina, termasuk seorang perempuan. Selain itu, petugas medis Bulan Sabit Merah Palestina merawat delapan warga yang mengalami pemukulan dan mengevakuasi lima pasien setelah akses menuju korban sempat dihalangi.
Sejak Oktober 2023, serangan pemukim Israel di Masafer Yatta terjadi bersamaan dengan meningkatnya operasi militer Israel di Tepi Barat. Data Palestina mencatat lebih dari 1.182 warga Palestina terbunuh, sekitar 13.000 terluka, dan hampir 24.000 lainnya Israel tangkap.
Sumber: TRT World








