Setahun setelah gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, penderitaan warga Gaza masih jauh dari kata berakhir. Perluasan garis kuning yang militer Israel tetapkan semakin membatasi akses warga ke rumah dan lingkungan mereka, termasuk tempat orang-orang terkasih dimakamkan.
Mona Ramadan, pekerja kemanusiaan yang kini mengungsi di Deir al-Balah, menceritakan dukanya akibat kehilangan ayah dan saudara laki-lakinya yang terbunuh dalam serangan udara Israel. Rumah keluarganya di Beit Lahia, Gaza utara, hancur dan kedua anggota keluarganya masih terkubur di bawah reruntuhan.
Pada Januari 2025, Mona berjalan sekitar 13 kilometer untuk melihat rumahnya kembali. Kakinya berdarah, tetapi ia tetap melanjutkan perjalanan karena khawatir tidak akan mendapat kesempatan lagi.
Kini, perluasan garis kuning membuat kawasan bekas rumahnya semakin sulit terjangkau. Menurut Mona, keluarganya mendapat kabar bahwa garis kendali militer Israel telah bergerak melewati reruntuhan rumah mereka. Mendekati kawasan tersebut berisiko membuat warga menjadi sasaran tembakan. Ia bahkan harus menggunakan citra satelit untuk melihat sisa-sisa rumahnya.
Baca juga: Serangan Terbaru Israel di Gaza Bunuh Empat Warga Palestina
Kerusakan juga melanda fasilitas kesehatan di Gaza utara. Rumah Sakit Indonesia masih tidak beroperasi setelah pasukan Israel tutup pada Juni 2025. Sementara itu, Rumah Sakit Kamal Adwan berada sekitar 150 meter dari garis kuning dan berulang kali mengalami serangan hingga layanan medisnya terpaksa berhenti.
Di tengah kehancuran tersebut, ratusan ribu warga Gaza menghadapi ancaman musim dingin di tenda-tenda pengungsian yang telah usang. Infrastruktur dan jalan yang rusak memperburuk risiko genangan air serta kondisi tempat tinggal yang tidak layak.
Mona menegaskan bahwa warga Gaza tidak membutuhkan janji baru, melainkan tindakan nyata untuk menjamin keselamatan, martabat, akses kesehatan, dan hak untuk kembali ke rumah mereka. Baginya, rumah dan lingkungan dapat dihancurkan, tetapi pengalaman serta kehilangan warga Gaza tidak dapat dihapus begitu saja.
Sumber: MEE








