Empat warga Palestina terbunuh dan sejumlah lainnya terluka, termasuk seorang anak perempuan, akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Rabu (14/10). Laporan yang dihimpun oleh Anadolu Agency menunjukkan terjadinya gempuran intensif yang menyasar bangunan pemukiman, kendaraan sipil, hingga tenda pengungsian.
Sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa mengatakan, Reem Asaad Awad (33 tahun) terbunuh dalam serangan terhadap bangunan tempat tinggal di kawasan Rimal, Kota Gaza. Serangan tersebut mengakibatkan dua warga lainnya terluka, menghancurkan unit apartemen yang menjadi sasaran, merusak struktur bangunan di sekitarnya, serta memicu kebakaran besar yang kemudian berhasil tim pertahanan sipil padamkan.
Selain itu, Rangkaian gempuran militer dan tembakan mematikan tercatat di berbagai lokasi. Di wilayah selatan, dua warga Palestina terbunuh akibat serangan Israel terhadap sebuah kendaraan di Jalan al-Jiya, al-Qarara, Khan Younis.
Baca juga: Setahun Gencatan Senjata, Warga Gaza Masih Meninggal Akibat Blokade
Di Gaza utara, tembakan langsung pasukan Israel merenggut nyawa Saddam Ikrami al-Za’anin (23 tahun) di kamp pengungsi Jabalia. Sementara itu, Mohammed Fawzi al-Jumla (32 tahun) meninggal akibat luka parah dari serangan Israel di Kota Gaza beberapa hari sebelumnya.
Di Gaza tengah, seorang warga Palestina terluka akibat tembakan kendaraan militer Israel di sebelah timur Deir al-Balah. Saksi mata juga melaporkan tembakan intensif ke arah rumah-rumah warga di kawasan Tuffah, timur laut Kota Gaza. Selain itu, drone Israel menjatuhkan bahan peledak di Jalan Al-Sikka.
Secara terpisah, militer Israel menghancurkan sejumlah rumah di wilayah timur Kota Gaza yang menjadi lokasi pengerahan pasukannya. Kendaraan militer dan buldoser Israel juga memasuki wilayah timur Deir al-Balah. Tembakan dan serangan artileri turut menyasar kawasan permukiman serta sekitar kamp pengungsi Bureij. Sebuah drone menjatuhkan bahan peledak di atas tenda, tetapi tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 telah membunuh sedikitnya 1.498 warga Palestina dan melukai 5.306 lainnya.
Secara kumulatif sejak Oktober 2023, agresi militer dan genosida di Gaza telah merenggut lebih dari 74.000 nyawa warga Palestina serta melukai lebih dari 175.000 orang. Kehancuran fisik akibat gempuran yang berlanjut kemungkinan besar telah melumpuhkan dan merusak sekitar 90 persen infrastruktur dasar di seluruh wilayah Jalur Gaza.
Sumber: MEMO








