Organisation of Islamic Cooperation (OKI) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk tidak berhenti pada gencatan senjata di Gaza. Lebih lanjut, mereka juga mendorong berakhirnya pendudukan Israel secara menyeluruh. OKI juga mengecam meningkatnya pelanggaran terhadap warga sipil Palestina, situs suci, dan negara-negara tetangga.
Dalam sidang DK PBB, utusan Türkiye Ahmet Yildiz menyambut gencatan senjata Gaza dan kemungkinan mulainya fase kedua sesuai resolusi DK PBB. Namun, mereka menegaskan bahwa situasi di Gaza dan wilayah Palestina lainnya masih sangat memprihatinkan.
Ia menyoroti meningkatnya serangan militer Israel dan kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat, termasuk Al-Quds. Selain itu, terdapat persetujuan pembangunan permukiman baru yang semakin memperparah situasi.
Baca juga : “Israel Bunuh Sembilan Warga Gaza Meski Gencatan Senjata”
OKI menegaskan bahwa perdamaian berkelanjutan hanya dapat tercapai jika Israel menarik diri sepenuhnya dari seluruh wilayah Arab yang diduduki. Wilayah tersebut termasuk Dataran Tinggi Golan Suriah, serta mematuhi resolusi-resolusi PBB terkait.
Organisasi tersebut juga mengecam serangan Israel ke wilayah Suriah yang melanggar hukum internasional dan Piagam PBB, serta menyatakan dukungan terhadap kedaulatan Lebanon. OKI turut mengutuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dan menyampaikan belasungkawa kepada negara-negara yang kehilangan personel, termasuk Indonesia.
Dalam pernyataan terpisah, Yildiz memperingatkan bahwa pelanggaran berkelanjutan terhadap hukum internasional dan impunitas Israel harus segera ditangani. Ia juga menyoroti risiko eskalasi regional yang lebih luas, termasuk ketegangan dengan Iran, yang dapat berdampak pada stabilitas global, perdagangan, energi, dan ketahanan pangan. OKI menekankan pentingnya upaya diplomasi dan menyerukan tindakan tegas dari komunitas internasional.
Sumber: TRT World







