Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan bahwa satu-satunya pabrik produksi oksigen medis yang melayani Kota Gaza dan wilayah utara terancam berhenti beroperasi. Ini terjadi akibat kerusakan berulang dan tidak adanya alternatif di tengah blokade Israel.
Dalam pernyataannya, kementerian menegaskan bahwa fasilitas tersebut merupakan sumber utama pasokan oksigen bagi pasien, terutama penderita penyakit kronis. Selain itu, fasilitas tersebut berfungsi untuk kebutuhan rumah sakit dan institusi kesehatan lainnya.
Pabrik tersebut mengalami tekanan berat karena tingginya permintaan dan jam operasional yang panjang sehingga menyebabkan gangguan teknis berulang. Tanpa adanya pasokan suku cadang dan fasilitas pengganti, risiko penghentian total semakin meningkat.
Jika pabrik berhenti beroperasi, pasokan oksigen medis akan terputus, menempatkan nyawa pasien dalam bahaya serius. Kementerian memperingatkan bahwa situasi ini dapat memicu “bencana kemanusiaan yang segera terjadi”. Ini terjadi terutama karena kebutuhan oksigen terus meningkat di tengah krisis kesehatan yang berlangsung.
Selain itu, pembatasan terhadap masuknya peralatan medis dan suku cadang semakin memperparah kondisi sektor kesehatan, yang sudah mengalami tekanan besar akibat kerusakan infrastruktur dan keterbatasan sumber daya.
Kementerian menyerukan kepada komunitas internasional dan pihak terkait untuk segera bertindak, termasuk memastikan masuknya pabrik oksigen baru dan menjaga keberlanjutan pasokan oksigen medis bagi fasilitas kesehatan.
Peringatan ini muncul di tengah berlanjutnya pembatasan bantuan dan pelanggaran gencatan senjata, yang telah memperburuk kondisi kemanusiaan serta melemahkan kemampuan sistem kesehatan di Gaza dalam menangani kebutuhan pasien.








