Desa Al-Khan al-Ahmar di timur Al-Quds (Yerusalem) terancam penggusuran oleh Israel. Al-Khan al-Ahmar menjadi titik penting dalam proyek permukiman “Yerusalem Raya” yang ingin menghubungkan Al-Quds dengan Laut Mati. Karena itu, Al-Khan al-Ahmar kini menghadapi ancaman pengusiran besar-besaran.
Kepala dewan desa, Eid al-Jahalin, memperingatkan bahaya keputusan Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, yang ingin menggusur warga desa tersebut. Menurut Jahalin, Al-Khan al-Ahmar merupakan penghalang terakhir bagi proyek ekspansi permukiman Israel. Jika desa itu Israel hancurkan, Israel akan memperluas kontrolnya hingga Laut Mati.
Selain itu, rencana tersebut dapat memutus hubungan geografis antara Tepi Barat bagian utara dan selatan. Akibatnya, peluang terbentuknya negara Palestina merdeka semakin terancam. Jahalin menegaskan tanah desa itu merupakan milik pribadi warga Palestina dari kota Anata. Namun, Israel menyitanya melalui perintah militer ilegal.
Baca juga : “Smotrich Klaim Menjadi Incaran ICC”
Saat ini, Al-Khan al-Ahmar dihuni 42 keluarga dengan sekitar 300 penduduk. Sebanyak 170 siswa juga belajar di sekolah desa tersebut. Jahalin menyerukan dukungan negara-negara Arab dan Islam untuk melindungi Al-Quds serta situs suci Palestina.
Sementara itu, Smotrich menyatakan akan segera menandatangani perintah pengosongan desa. Ia mengklaim langkah itu sebagai bagian dari proyek permukiman yang tidak dapat dibatalkan. Kelompok Hamas mengecam rencana tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk pembersihan etnis serta perampasan tanah Palestina demi pembangunan ribuan unit permukiman ilegal.
Hamas juga mendesak komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil tindakan nyata terhadap langkah ilegal Israel di Palestina.







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)