Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengklaim Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengajukan surat perintah penangkapan terhadap dirinya. Pernyataan itu Smotrich sampaikan dalam konferensi pers pada Selasa.
Menurut Smotrich, jaksa ICC mengajukan permintaan surat perintah penangkapan internasional secara rahasia. Ia juga menyebut ICC sebagai lembaga yang bias terhadap Israel.
Sebelumnya, media Israel melaporkan jaksa ICC meminta surat penangkapan tertutup terhadap sejumlah pejabat Israel. Laporan itu menyebut permintaan tersebut mencakup tiga pejabat militer dan dua politisi Israel, meski identitas mereka belum diumumkan secara resmi.
Baca juga : “244 Anak Palestina Terbunuh di Tepi Barat”
Menanggapi isu tersebut, Smotrich menuduh negara-negara Eropa menerapkan standar ganda terhadap Israel. Ia juga menegaskan pemerintah Israel tidak akan tunduk pada tekanan internasional.
Di sisi lain, Smotrich mengatakan akan menandatangani perintah pengusiran bagi warga Palestina di Khan al-Ahmar, Tepi Barat. Namun, ia mengakui keputusan itu sebenarnya bukan kewenangannya sebagai Menteri Keuangan.
Sekitar 200 warga Palestina tinggal di komunitas Badui Khan al-Ahmar dalam rumah seng dan tenda. Selama bertahun-tahun, mereka menghadapi ancaman pengusiran akibat proyek permukiman ilegal Israel bernama “E1”.
Proyek tersebut bertujuan menghubungkan permukiman Maale Adumim dengan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur). Mengenai hal ini, banyak pihak internasional menilai proyek E1 akan memecah wilayah Tepi Barat dan menghambat solusi dua negara antara Palestina dan Israel.
Selain itu, komunitas internasional terus menolak perluasan permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina karena melanggar hukum internasional.








