Armada bantuan Gaza “Global Sumud” menuntut jalur aman setelah kapal mereka kembali dicegat pasukan Israel di laut internasional. Kelompok tersebut menegaskan bahwa Israel melakukan aksi pembajakan ilegal terhadap misi kemanusiaan yang sedang menuju Gaza.
Armada bantuan Gaza terdiri dari 54 kapal yang berlayar dari Marmaris, Turki, pada Kamis lalu. Mereka membawa aktivis dari 39 negara dalam upaya menembus blokade Israel terhadap Gaza yang berlangsung sejak 2007.
Menurut pernyataan Global Sumud, kapal perang Israel mengepung armada Global Sumud sekitar 250 mil laut dari Gaza. Selain itu, pasukan Israel menyerang salah satu kapal pada siang hari saat armada berada di perairan internasional.
Baca juga : “10 Ribu Warga Gaza Gagal Haji”
Kelompok tersebut menegaskan bahwa misi mereka bersifat damai dan legal. Mereka mendesak pemerintah dunia agar segera bertindak untuk menjamin keselamatan armada bantuan Gaza.
Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa militer Israel menahan sejumlah aktivis yang berada di kapal. Setelah itu, pasukan Israel memindahkan mereka ke kapal angkatan laut yang disebut sebagai “penjara terapung” sebelum dibawa ke Pelabuhan Ashdod.
Namun demikian, Global Sumud menyatakan mereka tetap melanjutkan perjalanan menuju Gaza meski berada dalam ancaman. Mereka juga menolak intimidasi Israel terhadap misi kemanusiaan tersebut.
Armada tersebut menilai tindakan Israel sebagai bagian dari upaya mempertahankan blokade dan pengepungan terhadap Gaza. Mereka memperingatkan bahwa pembiaran terhadap kekerasan Israel akan menjadi ancaman bagi masyarakat internasional secara lebih luas.
Sumber: TRT World








