Lebih dari tujuh bulan berlalu sejak Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata Gaza. Namun, gencatan senjata Gaza terus Israel langgar melalui serangan harian, perluasan wilayah pendudukan, dan pengepungan terhadap warga Palestina.
Kantor Media Gaza (GMO) mencatat sedikitnya 2.400 pelanggaran Israel antara Oktober 2025 hingga April 2026. Pelanggaran itu mencakup lebih dari 1.100 serangan udara dan ratusan penembakan terhadap warga sipil yang mengakibatkan sedikitnya 857 warga Palestina terbunuh dan ribuan lainnya terluka.
Selain itu, UNICEF melaporkan bahwa dari jumlah tersebut, terdapat sekurangnya 229 anak Palestina yang terbunuh. Israel juga menahan puluhan warga Palestina dengan sewenang-wenang selama masa gencatan senjata Gaza berlangsung.
Baca juga : “Pelanggaran Gencatan Senjata Israel Terus Berlanjut”
Dalam bentuk pelanggaran lainnya, Israel terus memperluas “Yellow Line” atau zona larangan bagi warga Palestina di Gaza. Awalnya, Israel menguasai sekitar 53 persen wilayah Gaza. Kini, wilayah kontrol Israel meningkat hingga sekitar 64 persen, sehingga menyebabkan ruang hidup warga Palestina semakin menyempit. Analisis The New York Times menunjukkan lebih dari 2.500 bangunan Israel hancurkan dalam tiga bulan pertama gencatan senjata Gaza.
Bantuan kemanusiaan yang dijanjikan pun terus Israel langgar. Dari kesepakatan 600 truk bantuan per hari yang seharusnya masuk ke Gaza, hingga akhir April, hanya sekitar 25 persen bantuan yang diizinkan.
Krisis kemanusiaan ini terus memburuk akibat pembatasan di perbatasan Rafah yang mencegah banyak pasien Palestina untuk memperoleh pengobatan di luar Gaza. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa kasus pasien meninggal terjadi setiap hari karena tidak dapat keluar dari Gaza untuk berobat.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)