Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan pelanggaran gencatan senjata Israel kembali membunuh warga sipil di Gaza. Hingga kini, sedikitnya 854 warga Gaza terbunuh sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Selain itu, ribuan lainnya mengalami luka akibat serangan yang terus berlanjut.
Pada Senin, empat warga Gaza dilaporkan terbunuh dalam serangan Israel di beberapa wilayah Jalur Gaza. Serangan itu juga melukai sejumlah warga, termasuk seorang ibu dan anaknya di Beit Lahia, Gaza utara. Sementara itu, seorang anak lain mengalami luka akibat tembakan Israel di wilayah yang sama.
Selain korban terbunuh, tim penyelamat Gaza menemukan dua jasad warga yang sebelumnya tertinggal di dekat persimpangan ash-Shuhada, Kota Gaza. Kedua korban, Munir al-Jatli dan Alaa Ayyad, baru dievakuasi setelah jasad mereka berada di lokasi lebih dari 12 jam.
Baca juga : “Tentara Israel Akui Menerima Perintah Tembak Semua Laki-laki Gaza”
Di sisi lain, tank Israel terus menembaki wilayah timur Gaza. Kendaraan militer Israel juga melepaskan tembakan ke arah Kota Gaza dan Khan Yunis. Akibatnya, situasi keamanan di Gaza kembali memburuk meski gencatan senjata masih berlaku.
Kementerian Kesehatan Gaza menegaskan jumlah korban terus meningkat setiap hari. Sejak awal agresi pada Oktober 2023, lebih dari 72.740 warga Gaza terbunuh dan sekitar 172.555 lainnya terluka. Bahkan, banyak korban Gaza masih tertimbun reruntuhan dan tim medis maupun pertahanan sipil belum bisa menjangkaunya.
Selain itu, layanan kesehatan Gaza menghadapi tekanan berat akibat minimnya akses bantuan dan serangan berulang. Karena itu, otoritas kesehatan Gaza memperingatkan kondisi kemanusiaan dapat semakin memburuk jika serangan terus terjadi.
Sumber: Palinfo







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)