Israel mempercepat penghancuran Silwan di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur), lingkungan Pestina di dekat kompleks Masjid Al-Aqsa. Warga Palestina menyebut penghancuran Silwan sebagai “Nakba baru” yang mengancam identitas mereka. Selain itu, penghancuran Silwan terus meluas sejak agresi Gaza pada Oktober 2023.
Di kawasan Al-Bustan, bagian dari Silwan, buldoser Israel merobohkan puluhan rumah Palestina. Menurut warga setempat, sedikitnya 54 rumah hancur dalam dua tahun terakhir. Akibatnya, banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa berpencar ke wilayah lain.
Salah satu warga, Fakhri Abu Diab, mengatakan penghancuran Silwan bukan sekadar menghancurkan bangunan. Menurutnya, penghancuran Silwan juga menghancurkan kenangan, hubungan keluarga, dan kehidupan sosial masyarakat Palestina.
Sementara itu, organisasi HAM Israel, Ir Amim, menilai situasi di Silwan semakin berbahaya. Mereka memperingatkan bahwa Israel dapat menghapus keberadaan warga Palestina di kawasan tersebut secara bertahap. Selain itu, pemerintah Israel terus menekan warga agar membongkar rumah sendiri. Jika menolak, mereka menghadapi denda besar.
Israel berdalih rumah-rumah itu dibangun tanpa izin. Namun, warga Palestina menilai izin bangunan hampir mustahil mereka peroleh. Karena itu, banyak pihak melihat penghancuran Silwan sebagai bagian dari proyek politik dan demografis.
Di sisi lain, kelompok pemukim Israel ingin membangun taman wisata bertema sejarah Yahudi di atas wilayah Palestina. Proyek itu mencakup “King’s Garden” dan “City of David”. Palestina menilai proyek tersebut bertujuan memperkuat yahudisasi Al-Quds dan memisahkan lingkungan Palestina dari Masjid Al-Aqsa.
Kini, sekitar 20 ribu rumah Palestina di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) berada di bawah ancaman pembongkaran. Warga khawatir penghancuran Silwan akan meluas ke lingkungan Palestina lain di sekitar Kota Tua Al-Quds.
Sumber: MEE








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)