Sedikitnya sembilan warga Palestina terbunuh dan 18 lainnya luka-luka dalam 24 jam terakhir di Gaza. Ini terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata oleh Israel sejak Oktober 2025. Kementerian Kesehatan Gaza menyebut enam korban terbunuh akibat tembakan langsung, sementara satu jenazah ditemukan di bawah reruntuhan.
Baca juga : “71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?”
Serangan terjadi di berbagai wilayah, termasuk Beit Lahia di utara Gaza dan Khan Younis di selatan. Selain itu, pasukan Israel juga melakukan pembongkaran bangunan Palestina di timur Kota Gaza beserta penembakan dan serangan artileri. Banyak korban masih terjebak di bawah puing atau tergeletak di jalan karena tim ambulans dan pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka.
Sejak gencatan senjata berlaku, sedikitnya 817 warga Palestina telah terbunuh dan 2.296 lainnya terluka. Secara keseluruhan, jumlah korban sejak Oktober 2023 mencapai lebih dari 72.593 terbunuh dan 172.399 luka-luka. Agresi genosida yang berlangsung selama dua tahun tersebut telah menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza, memperparah krisis kemanusiaan yang terus memburuk.
Sejak gencatan senjata berlaku, sedikitnya 817 warga Palestina telah terbunuh dan 2.296 lainnya terluka. Secara keseluruhan, jumlah korban sejak Oktober 2023 mencapai lebih dari 72.593 terbunuh dan 172.399 luka-luka. Agresi genosida yang berlangsung selama dua tahun tersebut telah menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza, memperparah krisis kemanusiaan yang terus memburuk.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)