Jurnalis Palestina Muhammad Abdul Aziz al-Najjar terbunuh dalam serangan pesawat nirawak (drone) Israel di Gaza pada Rabu, 30 September 2026. Saat itu, ia sedang membuat materi tentang pendidikan dan hafalan Al-Qur’an.
Al-Najjar berusia 38 tahun dan bekerja sebagai penyiar serta produser Radio Al-Qur’an yang berafiliasi dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Gaza. Ia juga merupakan imam Masjid Ibad al-Rahman di Khuza’a, timur Khan Younis.
Menurut Kementerian Wakaf Gaza, Al-Najjar terkena serangan saat menjalankan tugas untuk membuat laporan mengenai program hafalan Al-Qur’an. Serangan terjadi di kawasan Al-Mawasi, utara Khan Younis. Kompleks Medis Nasser kemudian menerima jenazah Al-Najjar dan sejumlah korban luka.
Al-Najjar sebelumnya mengungsi dari Khuza’a akibat agresi. Meskipun hidup dalam keterbatasan sebagai pengungsi, ia tetap konsisten menjalankan tugas jurnalistik dan keagamaannya. Tragedi ini terasa semakin dalam bagi keluarganya, mengingat saudaranya yang bernama Muhannad juga telah lebih dulu terbunuh dalam rangkaian agresi yang sama.
Gugurnya Muhammad Al-Najjar menambah jumlah jurnalis dan pekerja media Palestina yang terbunuh sejak Oktober 2023 menjadi 263 orang, menurut Kantor Media Gaza (Government Media Office Gaza) dan Persatuan Jurnalis Palestina.
Sumber medis menambahkan bawah pada hari yang sama, serangan Israel di sejumlah wilayah Gaza membunuh sedikitnya delapan warga Palestina dan melukai lebih dari 15 orang. Lima orang terbunuh dalam serangan terhadap kendaraan di Tal Al-Hawa, Kota Gaza. Serangan lain membunuh seorang perempuan di dekat Rumah Sakit Al-Shifa.







