Jakarta – Adara Relief International, berkolaborasi dengan Al-Aqsa Berkisah, Saladin Community, Baitul Maqdis Stories, dan Sabin for Palestine, sukses menyelenggarakan Workshop Baitul Maqdis untuk Edukator bertajuk “A Weaver of the Future: Merangkai Generasi Masa Depan melalui Pendidikan Baitul Maqdis” pada Ahad, 19 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Serbaguna, Lantai 4 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Workshop ini dirancang sebagai program komprehensif untuk memperkenalkan para pendidik pada modul edukasi “Para Nabi dan Baitul Maqdis”. Melalui perpaduan penyampaian materi interaktif, praktik langsung, dan diskusi kolaboratif, workshop ini membekali para pendidik dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengimplementasikan modul secara efektif di kelas.
“Edukasi merupakan sarana paling efektif untuk menanamkan nilai kepedulian sejak dini. Semoga workshop ini menjadi penguat komitmen dan penumbuh semangat baru untuk terus membersamai perjuangan pembebasan Masjidil Aqsa,” pesan Direktur Utama Adara Relief International, Maryam Rachmayani, dalam sambutan yang disampaikan melalui rekaman dari Istanbul, Turki, di sela agenda kemanusiaan yang tengah dijalankannya.
Sebanyak 131 peserta hadir dan mengeksplorasi topik-topik inti modul, mulai dari pengenalan Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis, bagaimana Baitul Maqdis disebutkan dalam Al-Qur’an, hingga kisah lima nabi yang kehidupannya terhubung dengan tempat suci ini—Nabi Adam a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Isa a.s., dan Nabi Muhammad saw. Rangkaian materi ini bertujuan membangun pemahaman yang bermakna tentang signifikansi dan keberkahan Baitul Maqdis bagi umat Islam.
Secara langsung, Sara El-Awaisi, yang merupakan penulis buku modul ini, menjadi pembicara utama dalam workshop ini. Sara adalah pendidik dan pendongeng (storyteller) yang berdedikasi untuk menumbuhkan kedekatan anak-anak dengan Baitul Maqdis sejak usia dini. Dia merupakan Sekretaris Academy for Islamic Jerusalem Studies (ISRA), sekaligus pendiri Aqsa for Kids, sebuah platform daring kreatif yang memperkenalkan urgensi Masjidil Aqsa kepada anak-anak melalui metode mendongeng, lagu, dan konten interaktif.

Sebagai narasumber utama, Sara El-Awaisi menyampaikan harapannya bagi para pendidik yang hadir, “Saat ini, sangat penting bagi kita untuk membesarkan anak-anak yang sadar akan pentingnya Masjid Al-Aqsa. Kegiatan ini begitu berarti — hari ini kita meluncurkan kurikulumnya. Semoga melalui agenda hari ini, para peserta yang merupakan guru-guru penyiap generasi pembebas dapat merasakan langsung aktivitas yang sesuai dengan kurikulum yang mereka susun. Ini juga menjadi momen penting untuk memperluas jejaring dengan sesama guru yang berada di jalan perjuangan yang sama: membesarkan generasi yang insyaAllah akan membebaskan Baitul Maqdis,” ungkap Sara El-Awaisi.
Momen istimewa workshop ini juga menandai terbitnya secara lengkap modul “Para Nabi dan Baitul Maqdis” versi berbahasa Indonesia untuk guru dan siswa—karya Sara El-Awaisi—yang rampung diterbitkan bertepatan dengan hari pelaksanaan acara. Modul ini sebelumnya telah diterbitkan dan diajarkan di sejumlah negara, baik secara tatap muka maupun daring.
Suasana hangat dan interaktif turut terasa lewat pembawaan pemandu acara, Kak Inar, yang membawa acara secara berkisah bersama Mentari, boneka sahabat berkisahnya. Pada sesi pengenalan program donasi Pendidikan Yatim Palestina, Mentari turut menyampaikan pesan dengan cara yang dekat, ringan, dan menyentuh bagi peserta.
Peserta juga terlibat dalam sejumlah aktivitas kreatif yang dapat langsung diterapkan di ruang kelas, di antaranya Al-Aqsa Playdough, aktivitas bernyanyi, pembuatan latar cerita peristiwa Isra Miraj, Map Activity, serta Chitter Chatter Game. Pendekatan yang menyenangkan ini menegaskan bagaimana materi Baitul Maqdis dapat disampaikan dengan cara yang mudah diingat oleh anak-anak.
“Melalui Workshop A Weaver of the Future, materi Palestina yang dianggap berat, tapi di sini kita diajak untuk tersenyum, semangat, tertawa, karena materi Baitul Maqdis adalah bagaimana menumbuhkan kecintaan anak-anak kita terhadap tempat suci, masjid suci kita. Tugas kita untuk belajar, mencintai, dan melindungi Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsa,” ungkap Citra Fatma, perwakilan dari Sabin Community, sebagai kolaborator dalam workshop ini.
Pelatihan ini diikuti oleh guru, calon guru (mahasiswa kependidikan), dosen dan fasilitator, orang tua, administrator sekolah, serta perwakilan lembaga anak-anak Muslim seperti madrasah, kelas bimbingan belajar, dan kelompok kegiatan liburan. Antusiasme tampak dari peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan. Hal ini turut disampaikan oleh salah satu guru yang hadir dalam workshop ini, Shafa, konselor dari Sekolah Home Schooling Kak Seto, Depok.
“Alhamdulillah, bersyukur sekali bisa hadir di sini, bertemu teman-teman yang memiliki semangat untuk mendidik para siswa tentang Baitul Maqdis. Saya sangat bersemangat karena acaranya penuh aktivitas. Sister Sara tidak hanya memberi tahu kami cara mendidik anak, tetapi juga mencontohkannya secara langsung, sehingga saya benar-benar terbayang bagaimana cara mengajarkannya. Semoga teman-teman terus bersemangat mendidik anak-anak agar mereka menjadi generasi yang terdidik dan berkontribusi dalam membebaskan Baitul Maqdis.”
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi ikhtiar nyata dalam mencetak generasi yang berilmu dan sadar akan agungnya nilai Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis bagi umat Islam.
“Workshop ini adalah langkah kecil namun bermakna dalam merawat kepedulian generasi mendatang terhadap Baitul Maqdis. Kami berharap benih-benih yang ditanam hari ini akan terus tumbuh, baik di ruang kelas maupun di hati setiap anak yang belajar tentangnya. Program seperti ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Adara Relief International untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai Baitul Maqdis dan Palestina,” pungkas Latifah Hariawati, Direktur Program Adara Relief International, yang turut hadir mengikuti seluruh rangkaian acara hingga usai.
Ikhtiar edukasi ini akan berlanjut melalui Roadshow Al-Aqsa Berkisah edisi spesial Maulid Nabi. Sepanjang 24 Agustus hingga 15 September 2026, para pengisah Adara, termasuk sejumlah pemandu yang tampil pada workshop ini, akan hadir langsung menemui anak-anak untuk mengajak mereka mengenal dan mencintai Rasulullah saw. melalui metode berkisah. [AM]
Baca selengkapnya Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4): Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah








