JAKARTA—Mengusung tema, “Towards Palestinian Liberation: Anti-Colonialism Solidarity from Indonesia for Palestine”, Klaster Solidaritas Selatan, Pembangunan dan Transformasi Tata Kelola Berkeadilan Departemen HI FISIP UI, Transnational Institute, dan UI Palestine Center mengadakan diskusi buku dan pameran.


Pada kesempatan ini Adara turut meramaikan rangkaian pameran dengan tema “Along the Corridor”. Along the Corridor merupakan ruang berbentuk silinder yang dirancang untuk membawa pengunjung menelusuri potongan sejarah Palestina secara visual. Di dalamnya, foto-foto disusun secara kronologis, dari Palestina Pra-Nakba hingga kondisi Palestina saat ini. Foto-foto tersebut merekam perubahan kehidupan masyarakat Palestina, dari kehidupan sehari-hari dan rumah-rumah mereka hingga pengungsian, kehancuran, perlawanan, dan keberlangsungan hidup.
Pengunjung dapat mengamati keterangan dan konteks setiap bagian sejarah dari luar, lalu masuk ke dalam silinder untuk melihat keseluruhan rangkaian foto. Perpindahan dari luar ke dalam ini mengajak pengunjung tidak hanya melihat sejarah sebagai rangkaian peristiwa, tetapi juga mengalami ruang yang dipenuhi fragmen kehidupan Palestina yang terus mengalami keputusasaan akibat pengungsian, pendudukan, kekerasan, dan kehilangan.
A Shared Struggle for Liberation
“Solidaritas lebih dari sekadar simpati. Ia tumbuh dari pengalaman, perjuangan, dan cita-cita bersama: hidup merdeka di tanah air sendiri, bebas dari penindasan dan eksploitasi.”
— Roeslan Abdulgani, Menteri Luar Negeri Indonesia (1956–1957), Indonesia–Palestine Friendship Week, 1992
Jauh sebelum Indonesia dan Palestina menjalin hubungan diplomatik, kedua bangsa telah terhubung oleh perjuangan melawan kolonialisme. Indonesia menghadapi penjajahan Belanda, sementara Palestina berada di bawah Mandat Inggris dan menghadapi berkembangnya proyek Zionis. Pengalaman inilah yang menjadi dasar solidaritas keduanya.
Tokoh-tokoh Indonesia seperti Abdul Kahar Mudzakkir, Agus Salim, Mohammad Natsir, dan Mohammad Hatta menyuarakan dukungan bagi Palestina. Di sisi lain, tokoh Palestina seperti Amin al-Husaini dan Muhammad Ali Taher turut mendukung perjuangan Indonesia menuju kemerdekaan.
Solidaritas ini semakin terlihat dalam Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung, ketika Palestina ditempatkan dalam perjuangan bersama melawan kolonialisme. Dari perjuangan yang sama, tumbuh ikatan yang terus membentuk hubungan Indonesia–Palestina hingga hari ini.








