Di tengah hantaman krisis dan kehancuran akibat agresi genosida, antusiasme warga Jalur Gaza terhadap dunia sepak bola tidak pernah surut. Jelang laga puncak Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina, mayoritas warga Gaza secara terbuka menyatakan dukungannya kepada tim nasional Spanyol, La Roja.
Dukungan luas ini bukan sekadar urusan olahraga. Ini merupakan bentuk apresiasi mendalam atas sikap politik dan kemanusiaan pemerintah serta para tokoh olahraga Spanyol terhadap Palestina. Ahmed al-Bozm, salah seorang warga Gaza, mengaku sangat berharap Spanyol keluar sebagai juara dan kembali mengibarkan bendera Palestina di panggung dunia. Ia juga secara khusus memuji pemain muda andalan Barcelona, Lamine Yamal. Pemain tersebut pernah menunjukkan solidaritas serupa dengan membentangkan bendera Palestina saat parade perayaan gelar juara La Liga.
Sentimen positif ini menguat karena pada 2024 pemerintah Spanyol tercatat secara resmi mengakui negara Palestina. Selain itu, Spanyol juga konsisten menyerukan gencatan senjata dan pembukaan jalur bantuan kemanusiaan. Sikap tegas tersebut turut disuarakan oleh banyak atlet dan pelatih asal Spanyol di tengah penderitaan warga Gaza.
Hal senada diungkapkan oleh Hatem al-Maghribi, pelatih tim sepak bola amputasi Gaza. Menurutnya, dukungan dari para atlet dan tokoh Spanyol memberikan secercah harapan bagi warga Palestina yang tengah bertahan hidup di tengah konflik. Bagi warga Gaza, mendukung Spanyol merupakan wujud terima kasih atas empati yang mereka tunjukkan di saat-saat paling sulit.
Baca juga: “Piala Dunia Soroti Solidaritas Palestina”
Nobar Darurat dan Turnamen Simbolis di Tengah Reruntuhan
Kondisi infrastruktur yang hancur lebur membuat warga Gaza harus menghadapi berbagai keterbatasan ekstrem untuk sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola. Seringnya pemadaman listrik serta kelangkaan dan tingginya harga bahan bakar untuk generator menjadi tantangan tersendiri. Kendati demikian, semangat masyarakat tidak lantas padam.
Untuk merayakan euforia Piala Dunia, Klub Olahraga Palestina di Kota Gaza bahkan berinisiatif menggelar turnamen mini bertema Piala Dunia yang mempertemukan tim perwakilan Palestina dan Spanyol. Uniknya, panitia pelaksana turut menghadirkan perangkat pertandingan berupa wasit serta Video Assistant Referee (VAR) simbolis guna menghadirkan atmosfer turnamen internasional yang meriah di tengah keterbatasan.
Meski memberikan dukungan penuh kepada Spanyol sebagai bentuk penghormatan atas solidaritas politik dan moral, warga Gaza tetap menaruh rasa hormat kepada Argentina. Mereka berharap partai final dapat menyajikan pertandingan yang menarik. Sementara itu, dukungan bagi Spanyol tetap bergema sebagai simbol persahabatan dan penghargaan atas pembelaan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Sumber: Al Jazeera








