Pemerintahan Gaza memasuki fase transisi setelah otoritas di Gaza membubarkan komite darurat pemerintah. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pengalihan Pemerintahan Gaza kepada Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG). Selain itu, Pemerintahan Gaza diharapkan menjadi lebih terkoordinasi dalam menghadapi krisis kemanusiaan.
Pembubaran komite darurat berlangsung setelah kepala komite, Mohammed Abdul-Khaleq al-Farra, mengundurkan diri dari jabatannya. Otoritas Gaza menyatakan bahwa seluruh persiapan administratif dan hukum telah selesai melalui konsultasi dengan faksi-faksi Palestina, organisasi masyarakat sipil, serta perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Baca juga: “1.012 Atlet dan Pekerja Olahraga Gaza Terbunuh dalam Genosida Israel”
“83 Serangan terhadap Umat Kristen Terjadi di Al-Quds Sepanjang April–Juni 2026”
Selama masa transisi, para pegawai negeri tetap menjalankan tugas profesional untuk memastikan layanan publik tidak terhenti. Setelah NCAG resmi mengambil alih, mereka akan bekerja di bawah pengawasan komite tersebut.
NCAG merupakan komite teknokrat Palestina yang terbentuk dalam kerangka kesepakatan perdamaian yang Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir mediasi. Namun, hingga kini komite itu masih beroperasi dari Kairo karena belum dapat memasuki Gaza.
Sejumlah pengamat menilai keputusan Hamas membubarkan pemerintahan sipil menunjukkan dukungan terhadap proses transisi politik dan menghilangkan anggapan bahwa kelompok tersebut menjadi penghalang perdamaian. Meski demikian, pembahasan mengenai pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Gaza masih menjadi isu utama yang belum terselesaikan.








