Serangan pesawat nirawak (drone) Israel membunuh dua warga Palestina dan melukai beberapa lainnya di dekat stasiun distribusi air di Kota Gaza pada Ahad /, sementara sebuah laporan Palestina memaparkan meningkatnya pembatasan di sejumlah situs suci Islam utama di wilayah Palestina yang diduduki.
Badan Pertahanan Sipil Gaza menyatakan bahwa drone tersebut menyasar warga sipil yang berkumpul di luar sebuah titik distribusi air di kawasan Al-Samer, sebelah timur Kota Gaza, dan menyebut serangan itu sebagai pelanggaran lain terhadap gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Baca juga: “Habis Gelap, Terbitlah Terang: Menelusuri Kembali Pemikiran Kartini dalam Menentang Penjajahan Terhadap Perempuan”
“71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?”
Meski telah ada gencatan senjata, militer Israel terus melancarkan serangan setiap hari di berbagai wilayah Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa serangan-serangan Israel sejak gencatan senjata telah membunuh 1.066 orang dan melukai 3.445 lainnya. Israel kini juga telah menguasai sekitar 70 persen wilayah kantong Palestina tersebut.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa agresi genosida Israel sejak 7 Oktober 2023 telah menghancurkan hampir 90 persen infrastruktur sipil Gaza dan membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina.
Sumber: TRT World








