Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Olahraga Palestina (Palestinian Sports Media Association/PSMA), Mustafa Siyam, menyatakan bahwa tentara pendudukan Israel telah membunuh sekitar 1.012 warga Palestina dari sektor olahraga, kepemudaan, dan kepanduan (pramuka) di Gaza sejak awal genosida pada 7 Oktober 2023.
Dalam pernyataan pers pada Jumat lalu, Siyam mengatakan lebih dari 560 pemain, pelatih, dan wasit yang berafiliasi dengan Asosiasi Sepak Bola Palestina telah gugur selama perang berlangsung.
Ia menambahkan bahwa Israel telah menghancurkan lembaga-lembaga olahraga resmi Palestina di Jalur Gaza. Sementara itu, stadion-stadion sepak bola berubah menjadi tempat penampungan bagi ribuan keluarga yang kehilangan rumah mereka akibat serangan tersebut.
Baca juga: “Pendidikan Gaza Alami Educide”
Sejak 7 Oktober 2023, Israel, dengan dukungan Amerika Serikat dan Eropa, telah melancarkan genosida di Gaza yang meliputi pembunuhan, pemaksaan kelaparan, penghancuran, pengusiran paksa, dan penahanan, sembari mengabaikan seruan internasional serta perintah Mahkamah Internasional (International Court of Justice) untuk menghentikan serangannya.
Genosida ini telah membunuh atau melukai lebih dari 239.000 warga Palestina. Sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak, di samping lebih dari 11.000 orang yang hilang.
Ratusan ribu orang telah mengungsi, sementara kelaparan telah merenggut banyak nyawa, sebagian besar anak-anak, di tengah kehancuran meluas yang telah meratakan sebagian besar wilayah tersebut sejak pengumuman gencatan senjata. Sementara itu, sekitar 70 persen wilayah Gaza masih berada di bawah kendali Israel. Sejak Oktober 2023, agresi genosida telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina dan menghancurkan hampir 90 persen infrastruktur sipil.
Di sisi lain, Kementerian Wakaf Palestina melaporkan pasukan Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa sebanyak 26 kali selama Juni. Sebanyak 4.212 pemukim Israel memasuki kawasan tersebut dengan pengawalan polisi dan melakukan ritual Talmud di dalam kompleks masjid.
Selain itu, pasukan Israel memperketat pembatasan terhadap jemaah Muslim di Masjid Al-Aqsa. Pasukan Israel juga mencegah azan di Masjid Ibrahimi sebanyak 84 kali selama Juni. Oleh karena itu, Kementerian Wakaf Palestina mendesak masyarakat internasional mengambil langkah nyata untuk melindungi tempat-tempat suci Islam di wilayah Palestina.
Sumber: Palinfo








