Educide di Gaza terus menghancurkan sistem pendidikan selama hampir 1.000 hari perang. Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Gaza menyatakan educide telah merusak sekolah, membunuh tenaga pendidik, dan memutus akses belajar ribuan siswa. Selain itu, educide mengakibatkan keruntuhan infrastruktur pendidikan secara menyeluruh. Karena itu, educide menjadi salah satu dampak paling serius dari agresi Israel di Gaza. Hingga kini, Israel terus menghambat hak anak-anak Palestina untuk memperoleh pendidikan.
Laporan tersebut mengulas kondisi pendidikan di Gaza sepanjang 2023–2026. Kementerian menggunakan pemantauan statistik dan survei lapangan untuk mendokumentasikan kerusakan sektor pendidikan sekaligus menyusun rencana pemulihan jangka panjang.
Baca juga: “Pemukim Israel Serbu Al-Aqsa dan Perluas Lahan di Khan Al-Ahmar Tepi Barat”
“Genosida Gaza Hampir 1.000 Hari, Impunitas Israel Terus Berlanjut”
Laporan itu mencatat besarnya jumlah siswa dan tenaga pendidik yang menjadi korban, kerusakan sekolah serta fasilitas pendidikan, hingga hilangnya kesempatan belajar akibat perang. Selain itu, berbagai layanan pendukung pendidikan juga mengalami penurunan yang signifikan.
Di tengah krisis, Kementerian berupaya mempertahankan proses belajar melalui sekolah darurat, tenda pendidikan di lokasi pengungsian, serta paket pembelajaran untuk membantu siswa mengejar ketertinggalan akademik.
Sebagai langkah lanjutan, Kementerian menyusun cetak biru pemulihan pendidikan yang berfokus pada pembangunan kembali sistem pendidikan yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan mampu menghadapi krisis di masa depan.
Sumber: Palinfo








