Eskalasi kekerasan oleh para pemukim Israel di Tepi Barat kembali memakan korban jiwa dari kalangan rentan. Dampak serangan brutal tidak hanya menghancurkan bangunan dan lahan pertanian, tetapi juga merenggut keselamatan seorang bayi dalam kandungan akibat trauma berat yang sang ibu alami.
Aktivis setempat, Osama Makhamra, mengungkapkan bahwa Ruqayya Rabai mengalami syok berat setelah rumah keluarganya di Desa Al-Tuwani, kawasan Masafer Yatta, Israel serang secara membabi buta. Sekelompok pemukim melempari kediamannya dengan batu sebelum akhirnya membakar rumah tersebut, bersamaan dengan pembakaran sejumlah rumah warga lainnya dan sebuah masjid di desa itu.
Sempat mendapatkan perawatan medis awal, kondisi kesehatan Ruqayya justru kian memburuk dua hari berselang. Setelah mendapat pertolongan di rumah sakit, tim dokter mengonfirmasi bahwa ia harus kehilangan janinnya. Ini terjadi akibat trauma psikologis dan ketakutan luar biasa yang terpicu akibat teror serangan pemukim tersebut.
Perluasan Aksi Pembakaran dan Bentrokan di Berbagai Wilayah
Teror terkoordinasi ini tidak hanya terpusat di Al-Tuwani. Berdasarkan laporan kantor berita Palestina, gelombang serangan pemukim juga terjadi di wilayah Turmus Ayya di timur Ramallah. Para pelaku membakar lahan pertanian warga sekaligus menghalang-halangi upaya pemadaman api. Aksi perusakan serupa juga terjadi di Al-Zawiya, barat Salfit.
Di kawasan tenggara Nablus, puluhan pemukim bersenjata menyerbu pinggiran Desa Jalud dan membakar lahan pertanian warga. Upaya perlawanan dari penduduk setempat untuk melindungi tanah mereka berujung pada bentrokan fisik yang mengakibatkan sejumlah warga Palestina mengalami luka-luka.
Baca juga: “Genosida Gaza Tinggalkan Puluhan Ribu Anak Yatim dan Janda”
Situasi di lapangan semakin runyam di tengah gempuran militer Israel yang terus menggelar penggerebekan di berbagai penjuru Tepi Barat. Pasukan keamanan secara rutin menembakkan gas air mata, granat kejut, serta peluru tajam ke arah warga sipil. Hal ini menyebabkan gelombang korban luka dan kasus sesak napas di banyak kota
Berdasarkan catatan resmi dari Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina, intensitas teror pemukim telah mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni sebanyak 3.488 kasus serangan hanya dalam kurun waktu paruh pertama tahun 2026.
Jika diakumulasikan sejak Oktober 2023, rangkaian serangan gabungan yang melibatkan militer dan pemukim Israel di Tepi Barat telah merenggut nyawa sedikitnya 1.181 warga Palestina, melukai sekitar 13.000 orang, serta mencatatkan hampir 24.000 penangkapan sewenang-wenang.
Sumber: TRT World







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)