Proyek sejarah lisan “The Living Record” mengabadikan kisah para jurnalis Palestina yang terbunuh melalui rekaman suara rekan-rekan mereka di Gaza.
Proyek ini diluncurkan pada 12 Agustus, bertepatan dengan satu tahun terbunuhnya jurnalis Al Jazeera, Anas al-Sharif, dalam serangan udara Israel.
“The Living Record” memuat kisah 50 jurnalis Palestina yang gugur melalui kesaksian kolega yang bekerja bersama mereka. Puluhan kisah lainnya akan mereka tambahkan sepanjang tahun.
Proyek tersebut merupakan gagasan dari Writers Against The War On Gaza (WAWOG) melalui kolektif editorial New York War Crimes. Mereka ingin menghadirkan para jurnalis Palestina sebagai manusia yang memiliki cerita, bukan sekadar angka korban atau objek pemberitaan.
Baca juga: Karakter Para Pejuang Hijrah
Rekaman suara tersebut menceritakan kebiasaan sehari-hari, kepribadian, dan pengalaman para jurnalis yang gugur. Sebagian rekaman bahkan terdengar seperti percakapan pribadi antara seorang jurnalis dan sahabatnya.
Menurut WAWOG, proyek ini juga menjadi kritik terhadap kegagalan media arus utama dan institusi internasional dalam melindungi jurnalis.
Data mengenai jumlah jurnalis yang terbunuh juga berbeda antarorganisasi. Serikat Jurnalis Palestina mencatat sedikitnya 270 pekerja media terbunuh di Gaza.
Sementara itu, Committee to Protect Journalists (CPJ) mencatat 209 jurnalis terbunuh setelah menghapus 20 nama dari daftar sebelumnya. CPJ mengatakan penghapusan tersebut bagian dari peninjauan basis datanya.
Salah satu jurnalis yang kisahnya mereka abadikan adalah Anas al-Sharif. Israel membunuh Anas dan empat rekannya pada 10 Agustus 2025 di dekat Rumah Sakit Al-Shifa.
Anas telah menyiapkan pesan untuk orang-orang publikasikan jika ia terbunuh. Ia meminta dunia terus menyampaikan kebenaran dan tidak membiarkan Palestina terlupakan.
Melalui “The Living Record”, suara dan kisah jurnalis Palestina yang gugur dapat terus kita dengar, bukan sekadar kenangan sebagai statistik.
Sumber: MEE








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)