Otoritas intelijen Israel kembali memperpanjang masa berlaku larangan bepergian terhadap aktivis perempuan asal Al-Quds (Yerusalem), Hanadi al-Halawani, selama satu bulan pada Rabu (12/8/2026). Keputusan ini berpotensi Israel perpanjang hingga enam bulan ke depan. Larangan ini menambah panjang daftar pembatasan sistematis yang telah Hanadi alami selama bertahun-tahun.
Sebelumnya, aktivis tersebut telah berulang kali Israel jatuhi sanksi larangan memasuki kawasan Masjid Al-Aqsa. Tak hanya itu, polisi Israel juga memberlakukan larangan bepergian ke luar negeri, hingga larangan menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat serta aktivis lain di Al-Quds.
Pada hari yang sama, sekitar 100 pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan ketat polisi dan pasukan khusus Israel.
Para pemukim memasuki Al-Aqsa melalui Gerbang Magharibah. Mereka melakukan tur provokatif serta ritual Talmudiah di dalam kompleks masjid. Guna memuluskan aksi tersebut, aparat keamanan Israel memperketat pembatasan ketat dengan melarang sejumlah pemuda serta jemaah Muslim Palestina masuk ke dalam area masjid.
Baca juga: Menepis Mitos Bulan Sial, Mengalahkan Rasa Takut dengan Tawakal
Kelompok pemukim terus melakukan penyerbuan hampir setiap hari, kecuali Jumat dan Sabtu. Dalam beberapa waktu terakhir, aksi tersebut semakin sering dengan ritual Talmud, pengibaran bendera Israel, dan praktik “sujud epik”.
Para pengamat menilai praktik tersebut bertujuan menciptakan realitas baru di dalam Masjid Al-Aqsa. Langkah tersebut juga dikhawatirkan mendorong pembagian waktu dan ruang di situs suci tersebut.
Di sisi lain, otoritas Israel terus mengintensifkan larangan terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa dan kawasan Kota Tua Al-Quds (Yerusalem). Langkah diskriminatif ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari imam masjid, petugas penjaga, pegawai Wakaf Islam, jemaah biasa, hingga para aktivis dan tokoh publik.
Kegubernuran Al-Quds mencatat 17 surat perintah larangan yang mereka terbitkan sepanjang Juli, dengan menargetkan tokoh agama, jurnalis, figur publik, serta warga sipil Al-Quds dari akses beribadah di Masjid Al-Aqsa.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)