Anak yatim Gaza terus bertambah seiring berlanjutnya perang yang telah memasuki lebih dari 1.000 hari. Kementerian Pembangunan Sosial Gaza mencatat sedikitnya 75.000 anak yatim Gaza kehilangan satu atau kedua orang tua. Selain itu, Anak-anak yang kehilangan orang tua ini menghadapi krisis kemanusiaan akibat pengungsian massal dan minimnya bantuan. Situasi yang mereka hadapi menjadi salah satu dampak paling berat dari agresi.
Kementerian juga mencatat lebih dari 68.000 orang menjadi satu-satunya anggota keluarga yang selamat. Sementara itu, jumlah janda mencapai sekitar 45.000 orang, termasuk 28.000 perempuan yang kehilangan suami selama agresi terbaru di wilayah tersebut. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat.
Baca juga: “Genosida Reproduktif Ancam Masa Depan Palestina”
“Genosida Gaza Hampir 1.000 Hari, Impunitas Israel Terus Berlanjut”
Sekitar 80 persen keluarga Palestina kehilangan rumah mereka. Kini, hampir satu juta warga tinggal di tempat pengungsian, sekolah, atau tenda. Sebagian lainnya bertahan di rumah yang rusak dan tidak lagi layak huni.
Di sisi lain, bantuan kemanusiaan masih jauh dari kebutuhan. Hanya sekitar 120 hingga 150 truk bantuan memasuki Gaza setiap hari. Padahal, kebutuhan warga jauh lebih besar. Dana kemanusiaan yang tersedia juga baru memenuhi sekitar 25 persen dari total kebutuhan sehingga banyak program bantuan terpaksa dikurangi.
Akibat keterbatasan tersebut, dapur umum hanya mampu menyediakan sekitar 300.000 porsi makanan per hari, jauh di bawah kebutuhan harian yang mencapai satu juta porsi. Oleh sebab itu, Kementerian Pembangunan Sosial Gaza mendesak penguatan koordinasi bantuan dan pembentukan sistem distribusi yang lebih adil agar bantuan dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.
Sumber: Palinfo








