Tepi Barat kini berada di titik kritis menyusul eskalasi tajam kekerasan pemukim Israel dan masifnya pengusiran terhadap warga Palestina. Peringatan tersebut pejabat PBB sampaikan dalam Sidang Dewan Keamanan pada Selasa (11/8).
Sehari sebelumnya, Haaretz melaporkan pemukim Israel mendirikan pos ilegal di halaman rumah Palestina di Qusra, selatan Nablus. Mereka juga memblokade jalan menuju rumah tersebut dengan menggunakan batu. Ironisnya, tentara Israel yang berada di lokasi justru terlihat duduk dan beribadah bersama para pemukim. Sementara itu, keluarga pemilik rumah terisolasi total dan ketakutan untuk keluar.
Menurut data keamanan Israel, terdapat 660 insiden kekerasan pemukim di Tepi Barat pada paruh pertama 2026. Angka tersebut meningkat 63% dibandingkan enam bulan sebelumnya. Rangkaian serangan brutal ini telah merenggut nyawa enam warga Palestina dan melukai 140 orang lainnya.
Baca juga: Taybeh, Desa Kristen di Tepi Barat Ditetapkan sebagai Zona Militer di Tengah Serangan Pemukim
Sementara itu, PBB secara keseluruhan mencatat lebih dari 1.400 insiden kekerasan pemukim sepanjang tahun 2026 yang berdampak langsung pada 260 komunitas lokal. Organisasi anak PBB, UNICEF, turut melaporkan bahwa sebanyak 174 anak Palestina terbunuh di Tepi Barat sejak Januari 2024, sementara sedikitnya 355 anak lainnya kini mendekam di dalam tahanan militer Israel.
Wakil Koordinator Khusus PBB Ramiz Alakbarov mengatakan sekitar 3.800 warga Palestina telah mengungsi sepanjang 2026. Pengungsian terjadi akibat pembongkaran rumah, pengusiran, dan serangan pemukim.
Menurut Alakbarov, pola tersebut menunjukkan upaya sistematis untuk mengosongkan desa Palestina sebelum lahan tersebut pemukim ambil alih.
Saat ini, populasi pemukim Israel di Tepi Barat—termasuk Al-Quds bagian timur—telah mencapai sekitar 750.000 jiwa yang mendiami 156 permukiman dan 360 pos terdepan ilegal. PBB memperingatkan bahwa pembiaran terhadap eskalasi ini berpotensi memicu aneksasi de facto atas wilayah Tepi Barat, sekaligus memupus total peluang terwujudnya negara Palestina.
Sumber: MEMO








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)