Genosida Gaza mendekati hari ke-1.000 tanpa tanda akan berakhir. Genosida Gaza terus merenggut nyawa, menghancurkan permukiman, dan memaksa jutaan warga mengungsi. Selain itu, Genosida Gaza berlangsung di tengah impunitas internasional yang masih berlanjut. PBB juga memperingatkan bahwa Genosida Gaza semakin memburuk akibat perluasan wilayah yang dikuasai Israel melalui Yellow Line.
Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR) menyatakan serangan Israel terus menyasar seluruh aspek kehidupan sipil. Sementara itu, PBB menilai perluasan Yellow Line terus mempersempit ruang hidup warga sekaligus menghambat distribusi bantuan kemanusiaan. Kini, sekitar 65 persen wilayah Gaza berada dalam zona pembatasan sehingga jutaan warga bertahan di kawasan yang semakin sempit dan padat.
Sejak 10 Oktober 2025 hingga awal April, PBB memverifikasi 196 warga Palestina terbunuh, termasuk 18 perempuan dan 43 anak. Banyak korban yang Israel bunuh saat melintasi wilayah tanpa batas yang jelas. Di Beit Lahia, pasukan Israel juga dilaporkan membakar tiga tenda pengungsian menggunakan amunisi pembakar sebelum memperluas Yellow Line.
PCHR mencatat lebih dari dua juta warga kini terdesak ke kurang dari 30 persen wilayah Gaza. Hingga saat ini, sedikitnya 73.066 warga Palestina terbunuh dan 173.514 lainnya terluka sejak Oktober 2023. Setelah pengumuman gencatan senjata, 1.053 warga kembali terbunuh dan 3.406 lainnya terluka.
Di sisi lain, blokade, penghancuran infrastruktur, dan pembatasan bantuan memperparah krisis air bersih, sanitasi, serta penyebaran penyakit. Karena itu, PCHR dan PBB menegaskan bahwa pola pembunuhan, pengusiran paksa, kelaparan, serta penghancuran kehidupan sipil memenuhi unsur kejahatan genosida menurut hukum internasional. Mereka kembali mendesak dunia mengambil langkah nyata untuk melindungi warga sipil dan mengakhiri impunitas Israel.








