Anak Gaza terus menjadi korban terbesar setelah 1.000 hari perang. Menurut Save the Children, sedikitnya 21.000 Anak Gaza telah dipastikan terbunuh sejak Oktober 2023. Selain itu, ratusan ribu Anak Gaza kehilangan rumah, pendidikan, dan rasa aman. Kondisi ini mencerminkan semakin dalamnya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Save the Children menyebut dunia telah gagal melindungi sekitar satu juta anak di Gaza selama 1.000 hari terakhir. Organisasi itu memperkirakan jumlah korban sebenarnya lebih tinggi karena banyak anak masih tertimbun reruntuhan.
Lebih dari 800.000 anak, atau sekitar 80 persen populasi anak telah mengungsi. Sementara itu, sekitar 625.000 anak usia sekolah kehilangan tiga tahun pendidikan formal akibat perang yang terus berlangsung.
Baca juga: “Genosida Reproduktif Ancam Masa Depan Palestina”
“Genosida Gaza Hampir 1.000 Hari, Impunitas Israel Terus Berlanjut”
Banyak anak mengaku hidup dalam ketakutan setiap hari. Amani, 14 tahun, berharap agresi segera berakhir agar dapat kembali bersekolah dan menikmati haknya seperti anak-anak di negara lain. Bisan, yang juga berusia 14 tahun, berharap semua keluarga dapat kembali ke rumah dan menjalani kehidupan seperti sebelumnya.
Di sisi lain, Save the Children memperingatkan sekitar 245.000 anak berisiko mengalami atau telah mengalami malnutrisi karena bantuan kemanusiaan masih sangat terbatas. Organisasi itu juga mengutip laporan terbaru PBB yang menyebut anak-anak Palestina menjadi sasaran serangan secara sengaja.
Oleh karena itu, Save the Children mendesak gencatan senjata permanen, pertanggungjawaban atas kejahatan terhadap anak-anak, serta penghentian pengiriman senjata ke Israel.








