Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar terbunuh akibat serangan tentara Israel di Gaza, menurut Federasi Sepak Bola Palestina (PFA). Kematian Kiper Palestina itu kembali menyoroti besarnya dampak perang terhadap dunia olahraga. Selain itu, Kiper Palestina menjadi salah satu dari ratusan insan olahraga yang kehilangan nyawa sejak Oktober 2023.
Federasi itu mencatat lebih dari 1.000 atlet Palestina telah terbunuh sejak dimulainya agresi genosida di Gaza. Korban juga mencakup ratusan pelatih, wasit, dan tokoh olahraga lainnya.
Baca juga: “Pasang Rangka Baja dan Larang Azan, Israel Perketat Kontrol Masjid Ibrahimi”
“CPJ Hapus 20 Nama Jurnalis Gaza, Anggota Dewan Mundur Setelah Pertanyakan Standar Ganda”
Al-Ashqar berusia 32 tahun dan baru menikah lima bulan lalu. Istrinya kini sedang mengandung anak pertama mereka. Kabar duka tersebut memicu belasungkawa dari keluarga, rekan setim, hingga komunitas olahraga internasional.
Klub sepak bola Chile, Deportivo Palestino, turut menyampaikan duka cita. Klub itu mengecam berlanjutnya kekerasan dan menyerukan keadilan serta perdamaian bagi rakyat Palestina.
Di sisi lain, solidaritas terhadap Palestina juga terlihat selama Piala Dunia 2026. Suporter dari Aljazair, Bosnia, dan Yordania mengibarkan bendera Palestina serta mengenakan keffiyeh sebagai simbol dukungan. Mereka juga menyuarakan solidaritas bagi warga Gaza di tengah berlangsungnya turnamen sepak bola terbesar dunia.
Baca juga: “Uban Prematur di Gaza: Dampak Psikologis Genosida Israel pada Pemuda Gaza”
Sumber: TRT World







