Rambut memutih dini (uban prematur) semakin banyak terlihat di kalangan pemuda Gaza. Jika dulu identik dengan usia lanjut, kini rambut putih atau uban muncul pada mereka yang masih berusia 20 hingga 30 tahun. Banyak warga meyakini fenomena ini berkaitan dengan tekanan psikologis berat akibat agresi genosida. Selama genosida, banyak orang telah kehilangan anggota keluarga, pengungsian berulang, dan ketidakpastian masa depan.
Mohamed Abu Al-Abd (27 tahun) mengaku tidak memiliki uban sebelum agresi. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, uban mulai muncul di kepala dan janggutnya. Ia merasa seolah menua sepuluh tahun lebih cepat akibat ketakutan, kurang tidur, dan kehilangan kerabat selama agresi Israel di Gaza.
Baca juga: “241 Anak Palestina Terbunuh di Tepi Barat, B’Tselem: Tertinggi Sejak Pendudukan 1967″
Pengalaman serupa juga terjadi pada Abu Karim (31 tahun). Ia mengatakan teman-temannya terus menyoroti perubahan warna rambutnya yang terjadi dalam waktu singkat. Sementara itu, Mahmoud Ahmed (24 tahun) mulai mengalami perubahan warna rambut setelah beberapa kali mengungsi. Tak hanya itu, ia juga telah kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilannya.
Menurut Mahmoud, fenomena ini kini menjadi bahan candaan di antara para pemuda Gaza. Namun di balik candaan tersebut, fenomena munculnya uban di usia muda merupakan jejak nyata dari trauma, tekanan berkepanjangan, dan perang yang terus berlangsung.
Secara medis, riset yang mendapay dukungan dari National Institutes of Health di Amerika Serikat membenarkan adanya hubungan antara stres psikologis akut dengan munculnya uban prematur. Stres hebat dapat memengaruhi sel punca di folikel rambut yang bertanggung jawab memproduksi pigmen, sehingga menyebabkan hilangnya warna alami rambut lebih cepat dari kondisi normal akibat respons sistem saraf “lawan atau lari” (fight or flight) yang terus aktif.
Selain faktor genetik, para peneliti juga mengaitkan uban prematur dengan kekurangan zat besi, vitamin B12, malnutrisi, serta gangguan kesehatan mental. Para psikolog menegaskan bahwa trauma, kesedihan, dan kecemasan kronis dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk kesehatan rambut.
Meski belum ada data resmi mengenai jumlah kasus rambut memutih dini di Gaza, berbagai laporan PBB mencatat memburuknya kesehatan mental warga akibat agresi. Bagi banyak pemuda Gaza, uban yang muncul sebelum waktunya merupakan saksi dari kehilangan, tekanan, dan ketidakpastian yang mereka alami setiap hari.
Sumber: Palinfo








