Setelah satu tahun menyangka putranya terbunuh dalam agresi genosida, sebuah keluarga di Gaza akhirnya bertemu kembali dengan putra mereka. Israel selama ini telah menahan Hamada Al-Banna (23) di penjara. Hamada akhirnya kembali ke rumahnya di Jabalia, Gaza utara, pada Senin (6/7) setelah Israel membebaskannya bersama 16 tahanan Palestina lainnya.
Sebelumnya, keluarga tersebut meyakini bahwa Hamada dan saudaranya, Adham, telah gugur ditembak tentara Israel saat sedang mencari bantuan makanan di tengah puncak krisis kelaparan pada musim panas 2025. Kisah mengharukan ini menjadi secercah harapan sekaligus simbol penantian panjang bagi ribuan keluarga Palestina lainnya yang hingga kini masih mencari kabar nasib anggota keluarga mereka di tengah agresi yang tak kunjung usai.
Baca juga: “The Great Palestinian Revolt (1936 – 1939): Upaya Inggris dan Zionis untuk Mencegah Kemerdekaan Palestina”
Komite Internasional Palang Merah mengantar Hamada ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah sebelum ia kembali ke rumah. Saat mendengar suara putranya melalui sambungan telepon, sang ibu, Widad, langsung pingsan. Beberapa jam kemudian, ia kembali jatuh pingsan ketika memeluk Hamada yang akhirnya tiba di rumah.
Tangis haru pun pecah saat kerabat menyambut kepulangan Hamada. Kisah ini juga mencerminkan nasib ratusan keluarga Palestina yang hingga kini belum mengetahui keberadaan anggota keluarganya sejak awal serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023.
Sumber: MEMO








