Israel kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati dengan meluncurkan serangan drone ke sebuah tenda pengungsian di kawasan Deir al-Balah pada Senin (24/08). Serangan drone Israel tersebut membunuh dua warga Palestina.
Berdasarkan keterangan dari sumber medis di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, drone tersebut menyasar tenda yang menjadi tempat berlindung oleh para warga sipil yang kehilangan rumah akibat genosida. Korban yang terbunuh teridentifikasi sebagai Mohammed Nasser Abu Assad dan Ibrahim Nasser Abu Assad, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Pada hari yang sama, pesawat tempur Israel juga melancarkan dua kali serangan terpisah di sekitar area rumah sakit. Gempuran artileri juga menyusul serangan tersebut dan menyasar wilayah selatan Kamp Pengungsi Maghazi.
Baca juga: Pasukan Israel Culik Dua Nelayan Palestina di Lepas Pantai Gaza
Beberapa jam sebelum kejadian tersebut, eskalasi serupa di Gaza bagian tengah dan selatan juga merenggut nyawa dua warga Palestina—termasuk seorang anak-anak—serta melukai 14 orang lainnya. Salah satu titik sasaran adalah kawasan Az-Zawayda, yang Israel serang tak lama setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi paksa.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah membunuh 1.286 orang dan melukai 4.257 lainnya di Gaza.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina, sementara 174.000 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza mengalami kerusakan akibat agresi genosida.
Bagi jutaan warga yang bertahan di tenda-tenda pengungsian darurat, realitas di lapangan menunjukkan bahwa gencatan senjata ini sama sekali belum mengakhiri ancaman. Mereka terus hidup di bawah bayang-bayang serangan mematikan, kehilangan tempat tinggal, serta ketidakpastian yang berlanjut setiap harinya.
Sumber: TRT World







