Menteri Perang Israel, Israel Katz, melontarkan ancaman keras untuk melancarkan pembunuhan di Gaza dan mengevakuasi warga dari kawasan yang ia anggap sebagai lokasi peluncuran balon serta layang-layang.
Ancaman ini muncul menyusul laporan media Israel yang mengeklaim beberapa layang-layang dari Gaza mendarat di permukiman Israel. Media tersebut menyebut layang-layang itu tidak membawa bahan peledak.
Pada Minggu, Katz memerintahkan militer Israel untuk mengambil tindakan represif terhadap segala bentuk peluncuran balon, layang-layang, dan drone dari Gaza, sekaligus mengerahkan langkah-langkah preventif untuk menghentikannya
Dalam instruksinya, Katz menegaskan bahwa respons militer Israel tidak akan memandang apakah benda-benda tersebut membawa bahan peledak atau tidak.
Baca juga: Upaya Hentikan Proyek Permukiman E1 Israel di Tepi Barat
Respons itu mencakup penargetan pemimpin Hamas yang dianggap bertanggung jawab, juga orang-orang yang ia anggap terlibat dalam peluncuran.
Selain itu, Katz mengancam akan mengevakuasi kawasan permukiman dari lokasi peluncuran. Ia bahkan menyebut setiap peluncuran sebagai “aksi militer”.
Pemerintah Israel juga secara sepihak menyamakan aktivitas peluncuran balon, layang-layang, dan drone—meski tanpa bahan peledak—sebagai sebuah “aksi militer” yang sah untuk dibalas dengan kekerasan.
Ancaman pembunuhan di Gaza tersebut muncul ketika serangan Israel terus berlangsung di tengah gencatan senjata yang rapuh. Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya.
Langkah terbaru ini kembali memicu kekhawatiran mendalam, sebab aktivitas sederhana sekalipun kini menjadi alasan otoritas Israel untuk melancarkan tindakan militer ofensif. Tindakan tersebut semakin memperburuk ancaman keselamatan bagi warga sipil di Gaza
Sumber: TRT world








